Resmi Jadi Dirut bank bjb, Ayi Subarna Fokus Perkuat Fondasi Bisnis, Genjot Kualitas

Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menegaskan komitmennya memperkuat fondasi bisnis perseroan sebagai strategi utama menghadapi dinamika ekonomi ke depan. 

Resmi Jadi Dirut bank bjb, Ayi Subarna Fokus Perkuat Fondasi Bisnis, Genjot Kualitas
Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menegaskan, momentum pengangkatan jajaran baru direksi dan komisaris disebut menjadi titik awal pembenahan menyeluruh, mulai dari kualitas aset hingga tata kelola. (yuliantono)

INILAHKORAN.ID - Direktur Utama bank bjb Ayi Subarna menegaskan komitmennya memperkuat fondasi bisnis perseroan sebagai strategi utama menghadapi dinamika ekonomi ke depan. 

Ayi Subarna menegaskan, momentum pengangkatan jajaran baru direksi dan komisaris disebut menjadi titik awal pembenahan menyeluruh, mulai dari kualitas aset hingga tata kelola.

"Alhamdulillah kebetulan pengangkatan hari ini, Alhamdulillah. Dan intinya saya tetap melakukan penguatan pondasi bisnis yang ke depannya kita fokus meningkatkan kualitas aset, kualitas kredit yang harus selektif, kita akan jadikan bank transaksional ke depannya," ujar Ayi Subarna usai RUPST 2025 bank bjb di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026).

Dia menekankan pentingnya sinergi internal di tubuh manajemen baru, untuk mendorong perbaikan kinerja dan kepercayaan pemegang saham.

"Mungkin soal pemilihan direksi komisaris baru, jajaran baru alhamdulillah ini sinergi yang luar biasa, kita ingin tata kelola diperbaiki juga dan intinya dengan kolaborasi ini jadi tantangan kami untuk memberikan yang terbaik buat stakeholder atau pemegang saham," katanya.

Dalam strategi bisnis, Ayi memastikan bank bjb akan memperkuat fokus pada segmen ritel dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di Jawa Barat yang dinilai memiliki potensi besar.

"Kita memang akan fokus ke segmen detail sama UMKM. Jawa Barat itu memang masih besar segmen detail UMKM-nya. Jadi kita fokus, kita kelola Jawa Barat dulu, UMKM. Karena kita juga sekarang memberikan kredit kepada para pelaku ekonomi yang UMKM terutama," katanya.

Dari sisi kinerja, bank bjb mencatat pembagian dividen dalam RUPST 2025 hampir mencapai Rp900 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp860 miliar.

"Deviden tadi total hampir Rp900 miliar. Ini ada kenaikan dari tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya kan Rp860 (miliar). Alhamdulillah semua pemegang saham happy," katanya.

Untuk tahun berjalan, Ayi menargetkan tren kenaikan dividen tetap terjaga, meski tetap mempertimbangkan kondisi global.

"Tahun ini sih target, kita yang harus realistis juga kan dengan kondisi sekarang geopolitik dan lain-lain lah. Intinya kami target di deviden itu naik, Rp400-500 miliar," ucapnya.

Dia juga mengisyaratkan potensi peningkatan dividen secara bertahap, hingga menembus lebih dari Rp1 triliun, seiring perbaikan kinerja perusahaan.

"Kemungkinan akan naik 1 triliun ya. kita harus naik kalau boleh turun," lanjutnya.

Ke depan, bank bjb juga akan melakukan penyeimbangan struktur dana dengan memperkuat dana murah (CASA) dan mengurangi ketergantungan pada dana besar dari deposan.

"Kan kita masih banyak didominasi oleh dana-dana deposan yang besar. Kita akan dibalik gitu kan. 57%-nya untuk dana CASA, 43%-nya itu dana deposan yang besar-besar. Dan kita akan dikurangi juga. Dan ekspansi kredit kita harus yang prudent juga. Gak boleh asal awuran-awuran lah. Kita harus selektif juga," tegasnya.


Editor : Doni Ramdhani