Respon Santai Istana Soal Aksi Indonesia Gelap: Itu Wajar dan Biasa Saja

Istana merespon dengan santai aksi unjuk rasa 'Indonesia Gelap' yang digelar pada Senin 17 Februari 2025 di depan Istana Negara.

Respon Santai Istana Soal Aksi Indonesia Gelap: Itu Wajar dan Biasa Saja

INILAHKORAN - Istana merespon dengan santai aksi unjuk rasa 'Indonesia Gelap' yang digelar pada Senin 17 Februari 2025 di depan Istana Negara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menganggap aksi unjuk rasa mahasiswa sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang wajar.

Namun, di saat yang sama, ia meminta masyarakat untuk lebih kritis dan selektif dalam menerima informasi yang beredar terkait kebijakan pemerintah.

"Menyampaikan pendapat itu wajar dan bagian dari demokrasi," ujar Prasetyo.

Prasetyo juga menyoroti adanya narasi yang dinilai simpang siur mengenai kebijakan efisiensi anggaran. 

Ia menegaskan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani telah memastikan pemangkasan anggaran tidak akan berdampak pada pendidikan, termasuk beasiswa, biaya UKT, serta status tenaga honorer.

"Kami mengimbau adik-adik mahasiswa untuk lebih teliti. Dari Jumat lalu, Bu Menkeu sudah menjelaskan, dan saya juga hadir bersama pimpinan DPR, bahwa efisiensi ini tidak berdampak pada sektor pendidikan. Program KIP, beasiswa, termasuk LPDP, tetap berjalan," tegasnya.

Meski pemerintah menegaskan tidak ada dampak negatif pada pendidikan, sejumlah mahasiswa tetap mempertanyakan transparansi kebijakan ini. 

Beberapa pihak menilai pemerintah mencoba meredam kritik dengan narasi ‘demokrasi wajar’, sementara isu pemangkasan anggaran masih menyisakan banyak tanda tanya.


Editor : Firda Rachmawati