Riak Mudik Mulai Terjadi di Kota Bandung
Riak arus mudik Lebaran 2025 mulai terlihat di Kota Bandung. Seperti di Jalan Pasteur, dimana sejumlah kendaraan antaranya dari nomor polisi luar Jabar mulai merangsek keluar masuk ke Pintu Tol Pasteur pada Selasa 25 Maret 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Riak arus mudik lebaran 2025 mulai terlihat di Kota Bandung. Seperti di Jalan Pasteur, dimana sejumlah kendaraan antaranya dari nomor polisi luar Jabar mulai merangsek keluar masuk ke Pintu Tol Pasteur pada Selasa 25 Maret 2025.
Pada H-7 lebaran 2025 ini, Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) mencatat volume lalu lintas di Ruas Tol wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cikampek sekitarnya dan menuju Puncak mengalami peningkatan.
Tercatat melaui Gerbang Tol (GT) Cengkareng, GT Cikunir empat dan GT Ciawi satu total tercatat sebanyak 126.855 kendaraan atau meningkat 0.11 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 126.712 kendaraan.
Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Panji Satriya mengatakan, di Jawa Barat terpantau mulai terjadi peningkatan volume lalu lintas menuju Bandung atau Rancaekek dan sekitarnya.
"Tercatat total sebanyak 66.612 kendaraan melintas, atau meningkat sebanyak 5.59 persen dibanding volume lalu lintas transaksi normal yaitu 63.086 kendaraan," ujar Panji.
Sementara lalu lintas terdistribusi melalui dua Gerbang Tol Cileunyi, Jalan Tol Padaleunyi, terpantau sebanyak 31.878 kendaraan melaju menuju wilayah Rancaekek, Garut dan sekitarnya melalui GT Cileunyi.
Volume lalu lintas transaksi di GT tersebut naik 7.42 persen dari lalin normal yaitu sebanyak 29.677 kendaraan. Sedangkan Volume lalu lintas transaksi yang menuju Bandung atau Jakarta melalui GT Cileunyi tercatat sebanyak 30.109 kendaraan atau naik sebesar 5.45 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 28.552 kendaraan.
"Kemudian, Jalan Tol Padaleunyi, volume lalu lintas transaksi yang menuju Kota Bandung melalui GT Pasteur tercatat sebanyak 34.734 kendaraan atau meningkat sebesar 3.97 persen dibanding lalu lintas normal sebanyak 33.409 kendaraan," ucapnya.
"Dan volume lalu lintas transaksi GT Pasteur (masuk) meninggalkan Kota Bandung menuju Jakarta tercatat 29.216 kendaraan atau naik 2.07 persen dari lalin normal sebanyak 28.826 kendaraan," tambahnya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-3 lebaran atau di tanggal 27-28 Maret 2025. Hal ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan sejak beberapa waktu kemarin.
"Kami sudah mempersiapkan (arus mudik) jauh-jauh hari. Tapi tetap kalau misalkan dari kemarin kita survei, itu di H-3 tanggal 28 Maret karena tanggal terakhir kerja tanggal 27 Maret mendatang," kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dhani Gumelar baru-baru ini.
Selain itu, Lebaran tahun ini diprediksi ada 28,2 juta orang yang akan melakukan perjalanan dengan 88,07 persen diantarnya bermaksud untuk mudik.
"Pada masa ini Kabupaten Bogor menjadi daerah asal terbanyak dengan jumlah mencapai 3,2 juta orang dan Kabupaten Bandung menjadi daerah tujuan terbanyak dengan 2,78 juta orang," katanya.
"Jam berangkat arus mudik diprediksi dilakukan setelah sahur dan subuh pukul 04.00-06.59 WIB sebanyak 54,05 persen atau 15,25 juta," sambungnya.
Sementara untuk arus balik, diprediksi akan terjadi selama tiga hari yakni H+2, H+4 dan H+5 Idul Fitri. Ia mengimbau agar masyarakat tetap menaati peraturan atau rambu-rambu lalu lintas yang sudah ada.
"Pemilihan waktu pulang H+2 Kamis 3 April 2025 4,81 juta, H+4 Sabtu 5 April 2025 8,26 juta dan H+5 Minggu 6 April 2025 4,56 juta," katanya.
Dhani mengungkapkan, ada beberapa titik yang rawan terjadinya kecelakaan, salah satunya di kilometer (KM) 70 Tol Cipularang. Bagi masyarakat yang melintasi jalur tersebut diharapakan untuk berhati-hati.
"Untuk rawan kecelakaan pertama di tol Cipularang di KM 70, karena titik lelah biasanya kalau yang berangkat dari Jakarta," papar Dhani.
Selain di jalan tol, jalan arteri juga memiliki banyak titik rawan kecelakaan seperti di kawasan Puncak Bogor, Sukabumi Selatan dan Cianjur. Kemudian, titik rawan di Bandung dan sekitarnya ada di antara jalan Cagak kemudian Lembang karena konturnya cukup ekstrem.
Sementara di jalur selatan, kata dia, titik rawan kecelakaannya terletak di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung dan sekitarnya. Sama di daerah Pantura antara Indramayu dan Subang," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

