INILAH, Bandung- Ribuan rumah di Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang Kabupaten Bandung, masih terendam banjir.
Ketinggian air dipemukiman warga mulai dari 10 cm hingga lebih dari 2 meter. Akses jalan Dayeuhkolot menuju Baleendah dan Banjaran pun masih terputus.
Berdasarkan pantauan, jalan mulai terputus sejak di jalur Mohamad Toha-Dayeuhkolot, tepatnya didepan pabrik Metro Garmen.
Kemudian banjir merendam akses jalan Dayeuhkolot-Ciparay, di depan pasar Dayeuhkolot dan jalan Siliwangi. Serta akses jalan ke Banjaran dan Andir-Katapang.
Warga yang hendak melintas di jalur tersebut harus menggunakan delman dengan tarif Rp 10 ribu. Atau bisa juga menggunakan perahu yang disiapkan oleh para relawan dan juga TNI Polri.
Selain itu, terdapat warga yang juga memaksakan berjalan kaki mrlintasi banjir. Aktivitas di Pasar Dayeuhkolot dan pemukiman lumpuh akibat banjir.
Salah seorang warga, Usep (65) warga Kampung Jambatan, RW 09 Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah mengaku sudah dua hari terakhir banjir besar merendam rumahnya.
Secara kesuruhan banjir yang merendam ribuan pemukiman di tiga kecamatan tersebut sudah berlangsung tiga bulan, dengan intensitas turun naik.
"Kemarin air naik pagi sampai siang. Kemudian surut sekitar 30 cm. Malamnya sekitar pukul 24.00 Wib hujan deras menyebabkan air naik lagi," kata Usep, Jumat (5/4/2019).
Menurut Usep, saat ini aktivitas di tiga kecamatan yang terendam lumpuh. Sebagian masyarakat memilih bertahan di rumah yang memiliki lantai dua sebab takut barang-barang hilang.
Usep berharap banjir yang terjadi selama puluhan tahun ini segera ada penyelesaiannya sebab masyarakat sudah lelah dengan kondisi tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab Bandung, Sudrajat menyatakan kurang lebih 6.361 rumah, 7 bangunan sekolah, 8 fasilitas umum dan 36 tempat ibadah terendam banjir. Sementara itu, kepala keluarga (KK) yang terkena dampak pada tiga kecamatan sebanyak 10
ribu KK.
Sudrajat melanjutkan, ketinggian air diberbagai tempat bervariasi dari mulai 10 cm hingga 160 cm. Dengan kondisi cuaca yang diperkirakan akan kembali hujan, ia mengimbau masyarakat agar waspada dan tetap siaga.
"Warga yang rumahnya terendam ada yang mengungsi di beberapa titik pengungsian, seperti di Gedung Inkanas Baleendah, Desa Dayeuhkolot, Gudang Tango dan beberapa titik lainnya. Selain itu memang masih banyak juga warga yang bertahan di rumah masing. Kami imbau warga untuk selalu berhati hati dan jika memerlukan bantuan untuk evakuasi harap segera hubungi petugas kami atau para relawan di lapangan," ungkapnya.