Ridwan Kamil Janji Mencari Teknologi Pendeteksi Puting Beliung

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan ia tengah mencari teknologi untuk mendeteksi datangnya potensi angin puting beliung. Namun memang, sepanjang pengetahuannya, hingga saat ini belum ada tekno

Ridwan Kamil Janji Mencari Teknologi Pendeteksi Puting Beliung
INILAH,Bandung-  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan ia tengah mencari teknologi untuk mendeteksi datangnya potensi angin puting beliung. Namun memang, sepanjang pengetahuannya, hingga saat ini belum ada teknologi tersebut.
 
“Saya imbau para akademisi untuk mengkaji apakah memang ada ilmu dan teknologi untuk mencegah angin puting beliung. Sepanjang pengetahuan saya belum ada,” kata Emil di Posko Bencana Angin Puting Beliung di Masjid Al Ikhlas, Komplek Perum Rancaekek Permai 2, Desa Jelegong Kec Rancaekek Kab Bandung, Senin (14/1/19/19).
 
Namun, lanjut  Emil, setidaknya ada dua indikator yang bisa menunjukkan potensi datangnya cuaca ekstrim berujung angin puting beliung.
 
“Seperti yang saya sampaikan tadi kepada warga, indikator atau ciri-ciri mau datang angin puting beliung ada dua. Pertama, kalau cuaca sedang cerah tiba-tiba jadi  gelap. Kemudian kalau tiba-tiba cuaca sedang panas  tiba-tiba jadi tiris dingin seperti cuaca subuh,” ujarnya. 
 
Kalau kedua indikator itu dirasakan di berbagai tempat,  kata Emil, sebaiknya warga langsung Siaga 1 guna mengkondidikan diri melawan potensi kebencanaan.
 
 “Warga harus siap-siap cari tempat paling aman, berlindung di tempat yang kuat atau lebih besar,” ujarnya.
 
Ditanya apa ada aplikasi early warning system puting beliung,  Emil menjawab “Nyaeta, mun aya mah pasti dibeuli ku saya,” katanya.
 
Karena itu dirinya mengimbau kalau ada informasi kebencanaan seperti tornado di Amerika atau taifun di Jepang atau Hongkong, ia pasti akan mengejarnya. Sebab, bencana alam di Jawa Barat itu tiap tahunnya rata-rata terjadi 1.500 bencana seperti longsor, banjir, kebakaran dan angin puting beliung.
 
“Rata rata 1.500 bencana pertahun kalau dibagi 12 bulan berarti perbulan ada 100-an bencana. Per bulan dibagi jadi per hari berarti tiga kali sehari. Jadi pemprov harus lebih siap,” ujarnya.
 
Karena itu pihaknya sedang menyiapkan cetak biru tanggap bencana yang bekerjasama dengan pemerintah Jepang. 
 
“Karena Jepang dinilai paling canggih teknologi kebencanaannya. Mudah mudahan saya juga ketemu teknologi pendeteksi angin puting beliung di Jepang, saya ngga tahu ada atau tidaknya, tapi sedang saya ikhtiarkan,” katanya.


Editor : inilahkoran