Ridwan Kamil Klaim Elektabilitas Prabowo-Gibran di Jabar Capai 53 Persen

Ketua TKD 02 Prabowo-Gibran Jabar Ridwan Kamil mengklaim elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jabar telah menyentuh angka 53 persen, 22 hari jelang kontestasi Pilpres yang dihelat pada Rabu 14 Februari 2024.

Ridwan Kamil Klaim Elektabilitas Prabowo-Gibran di Jabar Capai 53 Persen
Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan TKD 02 Prabowo-Gibran Jabar, telah terjadi progres signifikan akan elektabilitas atau keterpilihan pasangan nomor urut 02 tersebut. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Ketua TKD 02 Prabowo-Gibran Jabar Ridwan Kamil mengklaim elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jabar telah menyentuh angka 53 persen, 22 hari jelang kontestasi Pilpres yang dihelat pada Rabu 14 Februari 2024.

Ridwan Kamil mengatakan, berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan TKD 02 Prabowo-Gibran Jabar, telah terjadi progres signifikan akan elektabilitas atau keterpilihan pasangan nomor urut 02 tersebut.

Untuk itu, Ridwan Kamil optimistis di 22 hari tersisa jelang pelaksanaan Pilpres 2024, target elektabilitas atau keterpilihan 60 persen suara yang diusung, dari 35,7 juta pemilih dapat terealisasi. Yakni 21,42 juta suara dari masyarakat Jabar untuk pasangan Prabowo-Gibran.

"Kami juga melaporkan survei internal, di Jabar masih kuat hastag #JabarTetapPrabowo kurang lebih di angka 53 persen," ujar Ridwan Kamil di Kantor TKD 02 Prabowo-Gibran Jabar, Senin 22 Januari 2024.

Hasil survei yang dilaksanakan pada pekan lalu tersebut imbuh Ridwan Kamil, menunjukkan bahwa nama Prabowo masih kuat di Jawa Barat, layaknya pada Pilpres 2014 dan 2019 silam.

"Itu survei dilakukan minggu lalu dan hasilnya sudah keluar untuk menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Jawa Barat masih kuat dalam mendukung Pak Prabowo Subianto," ucapnya.

Sementara mengenai daerah yang sejak awal elektabilitas Prabowo-Gibran masih rendah, seperti Pantura yang meliputi Majalengka, Cirebon, Indramayu, Kabupaten Pangandaran, Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, kini telah mengalami perbaikan sejak November 2023 silam.

"Naik dari November, walaupun belum signifikan. Tapi trennya naik, mudah-mudahan terkunci, naiknya signifikan di dua minggu terakhir," terangnya.

Dia pun mengaku optimistis, pasangan Prabowo-Gibran dapat memenangkan Pilpres 2024 dalam satu putaran. Mengingat sejauh ini dari hasil survei sejumlah lembaga, pasangan nomor urut 02 ini selalu berada di atas 45 persen. 

Kekurangan jumlah suara yang dibutuhkan guna mengunci satu suara, diharapkannya dapat tercipta dari swing voters. Dimana hingga hari pelaksanaan Pemilu 2024, belum memiliki pilihan secara tetap terhadap calon presiden dan wakil periode 2024-2029.

"Kita masih optimis, (satu putaran) kan angka nasionalnya 46 (persen), 47 (persen), indikator 48 koma (persen). Jadi butuh lima persen. Saya pengalaman Pilkada, orang yang bingung (swing voter) sampai hari H masih ada. Mudah-mudahan, saya berdoa 4-5 persen di level nasional itu bisa didapatkan di hari H, karena kadang tidak terbaca di level survei. Makanya saya masih meyakini dan berharap bisa menang dengan baik dalam sekali putaran," tandasnya. (yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani