Doa Melihat Bulan atau Rukyatul Hilal, Agar Senantiasa Diberi Keselamatan di Setiap Bulannya

Aktivitas rukyatul hilal atau peneropongan terhadap posisi bulan biasa dilakukan untuk menentukan awal bulan dalam Islam.

Doa Melihat Bulan atau Rukyatul Hilal, Agar Senantiasa Diberi Keselamatan di Setiap Bulannya
Ilustrasi pemantauan hilal awal Ramadhan/Pikiran Rakyat

INILAHKORAN, Bandung - Aktivitas rukyatul hilal atau peneropongan terhadap posisi bulan biasa dilakukan untuk menentukan awal bulan.

Saat bulan terlihat, kita dianjurkan untuk melafalkan doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW.

Berikut ini adalah beberapa riwayat hadits yang menyebutkan doa yang dibaca oleh Rasulullah ketika melihat bulan.

اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ (وفي رواية بِاليُمْنِ) وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامِ وَالإِسْلامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَ تَرْضَى، رَبِّي
(وفي رواية رَبُّنَا) وَرَبُّكَ اللَّهُ

Baca Juga: Ini Waktu Tepat Baca Amalan Doa Qunut Saat Tarawih, Buya Yahya: Sambut Nuzulul Quran

Allāhu akbaru, allāhumma ahillahÅ« ‘alainā bil amni (lain riwayat bil yumni), wal Ä«māni, was salāmi, wal islāmi, wat taufÄ«qi li mā tuhibbu wa tardhā. RabbÄ« (lain riwayat rabbanā) wa rabbukallāhu.

Artinya, “Allah maha besar. Ya Allah, jadikanlah ini bulan ‘membawa’ keamanan (lain riwayat keberuntungan), keimanan, keselamatan, keislaman, petunjuk bagi amal yang Kau suka dan restui. Tuhanku (Tuhan kami) dan Tuhanmu adalah Allah,” (HR Ad-Darimi dan Ibnu Hibban).

Adapun Imam Ahmad dan Imam At-Tirmidzi merilis riwayat lain yang menyebutkan doa Rasulullah SAW saat melihat bulan dengan redaksi yang lebih singkat dari hadits riwayat Ad-Darimi dan Ibnu Hibban sebagai berikut:

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ

Baca Juga: Jangan Bersorak, Baca Amalan Doa Menyambut Bulan Ramadhan Ini, Ustadz Hanan Attaki: Saat Hilal Muncul

Allāhumma ahillahÅ« ‘alainā bil amni, wal Ä«māni, was salāmati, wal islāmi. RabbÄ« wa rabbukallāhu. Hilālu rusydin wa khairin.

Artinya, “Ya Allah, jadikanlah ini bulan ‘membawa’ keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan,” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Kedua doa ini dikutip oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam karyanya Ithafu Ahlil Islam bi Khususiyatis Shiyam, [Madinah, Maktabah At-Thayyibah: tanpa catatan tahun], halaman 108.***


Editor : inilahkoran