Hukum Menahan Kentut Saat Sholat, Buya Yahya: Termasuk Mufarroqoh
Salah satu godaan yang sering dialami umat muslim saat sholat ada buang angin atau kentut ditengah sholat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Godaan saat sholat saat puasa 6 hari Syawal bisa jadi lebih besar dibandingkan dengan bulan lainnya.
Salah satu godaan yang sering dialami umat muslim saat sholat ada buang angin atau kentut ditengah sholat.
Bagaimana sebenarnya hukum menahan kentut saat sedang sholat ?
Baca Juga: Ervin Yanuardi: Melayani Bukan Dilayani
Hukumnya mengatur bahwa menahan kentut saat sholat itu diperbolehkan, kata Buya Yahya dalam Youtube Al-Bahjah TV.
“Saat sholatnya boleh, saat sebelum sholatnya yang tidak boleh,” jelas Buya Yahya.
Menahan kentut atau buang air lainnya ditengah kondisi sholat diperbolehkan, asal tidak mengganggu kekhusyukan.
Baca Juga: Ketua DPW PPNI : Ridwan Kamil Dinilai Laik Maju Pilpres
Saat terjadi hal demikian, menurut Buya diperbolehkan mempercepat sholat karena situasi darurat tadi saat sholat berjamaah.
“Langsung saja mufarroqoh, karena sudah gabisa menahan,” lanjutnya.
Hukum menahan kentut atau buang air lainnya sebelum waktu sholat, padahal waktu tersebut masih lama, itu makruh.
Baca Juga: UM Bandung Gelar Wisuda ke-2 Program Sarjana, Ini Kata Rektor
Lebih baik jangan ditahan, lalu berwudhu kembali. Karena apabila sholat ditengah keadaan menahan sesuatu itu juga tidak sah.
Menahan kentut dalam hukum Islam dianggap tidak membatalkan dalam sholat, Islam juga mempermudah hal tersebut dengan melakukan mufarroqoh.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran

