Roadshow SMK Magang ke Jepang: Belajar, Bekerja, Berkarya

Magang kerja di luar negeri menjadi satu hal yang dianggap membanggakan bagi siswa sekolah menengah kejuruan.

Roadshow SMK Magang ke Jepang: Belajar, Bekerja, Berkarya
Ilustrasi (agus sn)

INILAH, Bandung - Magang kerja di luar negeri menjadi satu hal yang dianggap membanggakan bagi siswa sekolah menengah kejuruan. Kendati demikian, sejumlah hal, utamanya masalah pengangguran telah menunggu usai pelaksanaan magang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak bangsa, Komunitas Karya Anak Bangsa (KAB) bekerja sama dengan Sentra Global Edukasi (SGE) Indonesia menggelar roadshow talk show tingkat Jawa Barat di SMK Negeri 4 Bandung, SMK Negeri 2 Kota Tasikmalaya, dan SMK Negeri 1 Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Roadshow kali ini mengusung tema Belajar, Bekerja, Berkarya. Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi para siswa agar mampu menangkap peluang kerja di Jepang. Tak hanya menjadi lulusan terbaik, siswa kejuruan ini diharapkan mampu menjadi entrepreneur yang bisa berkarya untuk bangsa.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dewi Sartika yang diwakili Kepala Cabang Disdik Jabar Endang Susilastuti, dan sejumlah narasumber yang langsung didatangkan dari Jepang, antara lain Mr Okamura Yasushi dari Okayama Institute of Language, Mr Koziyama (Capla), CEO SGE Indonesia Rudi Subianto, Chief Marketing Officer Sompo Insurance Ratna Indrayani, Pegiat Pendidikan Dadan Supardan, dan Direktur SGE Rizka Sungkar.

Ketua Karya Anak Bangsa, Dery Fitriadi Ginanjar mengatakan, ide awal dari seminar ini adalah kepedulian terhadap masa depan siswa sekolah menengah kejuruan. "Di era persaingan 5.0, kita dituntut dan ditantang untuk memiliki modal keahlian agar mampu bersaing dengan negara lain," kata Dery dalam sambutannya, Selasa (7/1/2020).

Dery menjelaskan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil memberikan peluang bagi SMK untuk magang di Jepang. "Sesuai arahan, untuk mempercepat pembangunan di Jabar perlu inovasi dan kolaborasi dari semua pihak utamanya para pelajar," jelasnya.

Dery menuturkan, Jepang membutuhkan ratusan ribu tenaga kerja. Hal itu merupakan peluang besar bagi lulusan SMK. "Kita juga adakan kompetisi video untuk merangsang adik-adik khususnya yang ada di SMK Negeri 4 ini agar bisa berkreasi dan menangkap peluang belajar, bekerja, dan berkarya di Jepang," tuturnya.

Chief Marketing Officer Sompo Insurance Ratna Indrayani sekaligus sponsor utama kegiatan seminar ini menuturkan, melalui kegiatan ini Sompo hadir memberikan dukungan penuh untuk dunia pendidikan khususnya di tingkat kejuruan. Para siswa ini sedang menimba ilmu dan sepuluh tahun lagi mereka bakal jadi tulang punggung Indonesia.

"Kita sangat ingin berkontribusi karena kita percaya mereka bakal jadi sumber daya di perusahaan kami, bisa jadi pasar kita yang butuh program kami, bahkan bisa juga bakal jadi future leader di tempat kami," ujarnya.

Selain itu, lanjut Ratna, pihaknya ingin para siswa bisa mendapatkan sesuatu yang terbaik. Sompo menyadari tingkat pengangguran di Jawa Barat ini cukup tinggi, hal maka pihaknya sangat konsen akan hal itu. "Nggak semua bisa diselesaikan oleh pemerintah. Dengan banyaknya pihak yang membantu dan berkontribusi, maka masalah bisa dihadapi dengan mudah dan ringan," katanya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 4 Bandung Asep Tapip Yani mengungkapkan, acara ini bagian dari pelengkap dari upaya-upaya sekolah untuk menyiapkan anak-anak dalam rangka menghadapi revolusi 5.0. "Saya percaya anak-anak di sekolah ini dibekali keterampilan sesuai dengan kompetensi yang ada, namun saya juga percaya kompetensi itu bakal digunakan di masa depan apalagi di era distrupsi seperti ini," ungkapnya.

Asep mengaku, SMKN 4 Bandung ini ada jurusan multimedia audio dan video. Namun, dalam pandangan masyarakat pada umumnya memandang jurusan itu sebagai jurusan yang hanya bergerak di bidang servis tv atau elektronik lainnya. "Kita sangat menyambut baik dengan adanya seminar dan talkshow ini. Kita melihat antusiasme anak-anak terhadap magang di Jepang sangat besar," ujarnya.

Asep menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini, materi yang disampaikan para narasumber pun telah menggugah siswa dan guru untuk bisa membentuk karakter siswa sekaligus memotivasi untuk lebih mempersiapkan diri dalam menghadapi masa depan.

"Kami sangat terbuka dengan kegiatan semacam ini, dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan semangat anak-anak untuk terus menambah pengetahuan dan wawasan tentang Jepang," ujarnya. (agus sn)


Editor : suroprapanca