INILAH, Liverpool - Hanya Mohamed Salah yang bisa menandingi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Tahun lalu, Mohamed Salah bahkan lebih baik dari dua maestro sepak bola dunia itu.
Begitulah pandangan mantan mesin gol Liverpool, Ian Rush. Dia bersikukuh, Mohamed Salah adalah pemain terbaik dunia pada 2018.
Mohamed Salah tampil mengesankan pada musim pertamanya di Anfield. Pemain asal Mesir itu mencetak 44 gol di seluruh kompetisi, setelah pindah dari AS Roma.
Torehan 32 golnya di Liga Primer membuatnya meraih Sepatu Emas. Sementara penampilannya di Eropa membawa Liverpool melaju ke final Liga Champions di Kiev.
Ian Rush bahkan meyakini, Liverpool sudah meraih trofi Liga Champions untuk keenam kalinya tahun lalu kalau saja tak terjadi insiden di babak pertama. Dia mengalami cedera di babak pertama, setelah diganggu bek Real Madrid, Sergio Ramos.
Tapi, saat penganugerahan pemain terbaik dunia, pemain berusia 26 tahun itu harus puas di posisi papan tengah. Bintang Real Madrid, Luka Modric, didapuk jadi pemain terbaik dunia, mematahkan monopoli Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Ronaldo berada di posisi kedua, Messi kelima, dan Salah hanya berada di posisi keenam.
Tapi Rush, pencetak 346 gol dalam 660 pertandingan untuk Liverpool, menilai Mohamed Salah tak mendapatkan pengakuan yang seharusnya dia terma dari musim pertamanya yang luar biasa di Anfield.
"Mo luar biasa musim lalu. Buat saya, dia adalah pemain terbaik dunia," katanya kepada Liverpool Echo. "Bagaimaa dia bahkan tak masuk tim terbaik, entahlah. Dia lebih baik dari Messi atau Ronaldo di tahun 2018."
Kemungkinan, faktor yang membuat Mohamed Salah tak menduduki posisi lebih tinggi pada pemlihan pemain terbaik dunia 2018, adalah penampilannya di awal musim ini. Meskipun performanya tak buruk, muncul pertanyaan apakah dia bisa mengulang penampilan mengesankan seperti di musim pertamanya, sementara tim-tim lawan akan mencoba meredam ancamannya.
Dia kemudian mampu melakukan adaptasi permainannya dan tetap tampil sebagus musim lalu. Pelatih Jurgen Klopp menempatkannya lebih ke tengah, dengan Roberto Firmino sedikit di belakangnya. Hal tersebut membuahkan hasil.
"Awal musim ini adalah masa yang lebih sulit baginya. Tim-tim menempelnya dan bahkan mengawalnya dengan dua pemain," tambah Rush.