Salat Iduladha 1446 H: Tata Cara, Waktu, dan Sunnah Pelaksanaannya

Umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Iduladha pada tanggal 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah, yang jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2024.

Salat Iduladha 1446 H: Tata Cara, Waktu, dan Sunnah Pelaksanaannya
Salat Iduladha 1446 H: Tata Cara, Waktu, dan Sunnah Pelaksanaannya

INILAHKORAN, Bandung – Umat Islam di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Iduladha pada tanggal 10 Dzulhijjah 1446 Hijriah, yang jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2024.

Pada hari istimewa ini, disunnahkan bagi umat Muslim untuk melaksanakan salat Iduladha secara berjamaah di masjid, mushala, atau tempat terbuka.

Menurut penjelasan dari laman RRI.co.id, salat Iduladha terdiri dari dua rakaat yang kemudian dilanjutkan dengan khutbah sebagai bagian dari sunnah.

Namun, jika seseorang terhalang untuk datang berjamaah, salat sendirian di rumah tetap diperbolehkan agar ibadah tidak terlewatkan.

Berbeda dengan salat wajib, salat Iduladha tidak diawali dengan azan atau iqamah. Selain itu, niatnya pun berbeda, serta terdapat takbir tambahan yang menjadi ciri khas salat ini.

Waktu terbaik melaksanakan salat Iduladha adalah setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur. Hal ini dimaksudkan agar umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk menyembelih hewan kurban setelah salat selesai.

Tata Cara Salat Iduladha

  1. Niat Salat Iduladha

Niat yang dilafalkan saat salat Iduladha, apabila dilaksanakan sendirian, berbunyi:

“Ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ rak'taini”

Ditambah kata “imâman” jika menjadi imam, dan “makmûman” jika menjadi makmum.

Dalam bahasa Arab:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Iduladha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

  1. Takbir di Rakaat Pertama

Setelah membaca doa iftitah, takbir diulang hingga tujuh kali. Di antara takbir-takbir itu dianjurkan membaca doa:

“Allāhu akbaru kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi kathīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā”

Artinya, “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

  1. Atau membaca:

“Subḥānallāhi wal-ḥamdu lillāhi wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.”

Membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Pendukung

Setelah takbir di rakaat pertama, bacalah Surat Al-Fatihah dengan tartil, kemudian disunnahkan membaca Surat Al-A’lâ sebelum ruku’ dan sujud.

  1. Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, takbir diulang sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan. Setelah membaca Al-Fatihah, dianjurkan membaca Surat Al-Ghâsyiyah sebelum melanjutkan ke ruku’, sujud, dan salam.

  1. Menyimak Khutbah

Setelah salam, jemaah disunnahkan menyimak khutbah Iduladha sebagai pelengkap ibadah. Namun bagi yang salat sendiri, khutbah tidak wajib diikuti.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan