Sampah Menumpuk Dua Kali Lipat Pasca Idul Fitri, Pemda KBB Ungkap Faktornya
Persoalan volume sampah pasca Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali sorotan berbagai pihak lantaran meningkat dua kali lipat dari hari biasa.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan volume sampah pasca Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah di kabupaten Bandung barat (KBB) kembali sorotan berbagai pihak lantaran meningkat dua kali lipat dari hari biasa.
Kasubag UPT Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Syahria mengatakan, volume sampah selama libur lebaran hingga saat ini mencapai dua kali lipat
"Menumpuknya sampah saat ini karena KBB ini menjadi salah satu jalur atau tempat keluar masuknya pemudik dari luar daerah," katanya kepada wartawan, Jumat 28 April 2023.
"Bahkan, di tempat wisata seperti Lembang pun penumpukan sampah juga mencapai dua kali lipat," sambungnya.
Ia menyebut, biasanya kalau sampah dalam sehari yang masuk 160 ton, pada lebaran ini mencapai 320 ton per hari.
Kendati demikian, sambung dia, UPT Kebersihan KBB tidak bisa memaksimalkan pelayanan lantaran keterbatasan sarana dan prasarana.
"Masalahnya kami tidak bisa memaksimalkan pelayanan dikarenakan sarana dan prasarana yang tidak ideal," sebutnya
Sementara itu, Bupati Bandung Barat, hengki kurniawan mengatakan, permasalahan sampah di kawasan wisata di KBB saat ini masih menjadi problematika yang krusial.
Menurutnya, hal tersebut terjadi lantaran bentuk sadar akan kebersihan lingkungan masih minim. Padahal, kondisi ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemda KBB melainkan seluruh masyarakat KBB termasuk, wisatawan yang berkunjung ke KBB.
"Ini harus digaris bawahi, menjaga dan membangun daerah (bebas sampah) itu tanggung jawab kita bersama," tuturnya.
Selama ini, terang dia, Pemda KBB terus berupaya melakukan pengelolaan sampah, namun upaya tersebut terus terhambat.
"Ini akibat masih adanya masyarakat KBB yang belum terbangun kesadarannya akan kebersihan lingkungan," terangnya.
Padahal, sambung dia, masyarakat sendiri yang membuang sampah sembarang namun, ketika terjadi insiden seperti banjir pemerintah KBB yang disalahkan.
Maka dari itu, lanjut dia, sebagai upaya menyambut HUT KBB ke-16, pihaknya menggelorakan gerakan bersama peduli lingkungan dan kebersihan.
"Termasuk tadi ada ide-ide kerja bakti massal dan sebagainya, saya rasa ini hal yang baik yang nanti akan kita diskusikan di internal," pungkasnya. *** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana


