Suryakancana Dijejali Sampah Plastik, Pengelola TNGGP Ancam Blacklist Pendaki Nakal

TNGGP melarang pendaki membakar dan membuang sampah sembarangan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)

Suryakancana Dijejali Sampah Plastik, Pengelola TNGGP Ancam Blacklist Pendaki Nakal
Gunung Gede Pangrango

INILAHKORAN.ID – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mengimbau para pendaki untuk tidak membuang sampah sembarangan dan melarang keras pembuatan api unggun di kawasan taman nasional, khususnya di Alun-alun Suryakancana, guna mencegah kerusakan ekosistem serta potensi kebakaran lahan.

Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, menegaskan larangan tersebut berlaku permanen dan tidak terbatas pada musim kemarau saja. Kendati demikian, laporan mengenai perilaku oknum pendaki yang membuang sampah sembarangan dan membuat api unggun masih kerap ditemukan.

Menanggapi hal itu, pihaknya berencana menggelar aksi bersih-bersih (opsih) sampah dalam waktu dekat, menyusul maraknya tumpukan sampah seiring tingginya aktivitas pendakian selama sepekan terakhir.

"Kami akan menggelar aksi bersih-bersih bersama para sukarelawan mulai dari jalur pendakian hingga Alun-alun Suryakancana, yang menjadi titik berkemah favorit sebelum pendaki turun gunung," ujar Agus Deni di Cianjur seperti dikutip dari Antara, Kamis (23/7/2026).

TNGGP juga akan menambah papan imbauan di titik-titik strategis untuk mengingatkan pendaki agar membawa turun sampah mereka serta tidak menyalakan api di area padang bunga abadi (Edelweis).

Agus berharap para pendaki bisa menjadi pendaki cerdas yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan dengan tidak meninggalkan sampah sekecil apa pun.

Guna mendisiplinkan pendaki, pihak pengelola bakal meningkatkan intensitas patroli serta menyiapkan sanksi tegas bagi para pelanggar—mulai dari sanksi ringan hingga sanksi berat berupa larangan mendaki (blacklist) di seluruh kawasan taman nasional di Indonesia.

"Kami tingkatkan patroli untuk mencegah pelanggaran, baik membuang sampah, membuat api unggun, maupun tindakan lain yang mencemari kawasan taman nasional," tegasnya.

Sebelumnya, sebuah rekaman video viral di media sosial memperlihatkan tumpukan sampah plastik yang berserakan di Alun-alun Suryakancana. Pemandangan kumuh di area padang Edelweis tersebut memicu keprihatinan dan sorotan tajam dari kalangan pegiat alam bebas.


Editor : Ahmad Sayuti