Karhutla Jabar Meningkat, Dedi Mulyadi Larang Warga Bawa Rokok ke Hutan

BPBD Jabar mencatat 79 kejadian karhutla hingga 9 Agustus 2026 dengan luas lahan terdampak 87 hektare. Dedi Mulyadi minta warga waspada.

Karhutla Jabar Meningkat, Dedi Mulyadi Larang Warga Bawa Rokok ke Hutan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat semakin meningkat di tengah musim kemarau panjang yang diperkuat fenomena El Nino.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan hutan dan lahan kering.

Dedi secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membawa rokok atau sumber api lainnya ketika memasuki kawasan hutan.

“Ya, semua orang harus hati-hati. Jangan pergi ke hutan bawa rokok, karena itu memiliki implikasi yang cukup luas. Pokoknya gini deh, selama kemarau ini jangan main dengan api,” ujar Dedi, Senin (10/8/2026).

79 Kejadian Karhutla di Jawa Barat

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat sebanyak 79 kejadian karhutla sepanjang periode 1 Januari hingga 9 Agustus 2026.

Kebakaran tersebut tersebar di 86 titik kecamatan, dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 87 hektare.

Kabupaten Sumedang tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak. Sementara itu, Kota Bandung dan Kabupaten Kuningan masing-masing mencatat tiga kejadian.

Jumlah kejadian serupa juga tercatat di Kabupaten Karawang, Garut, dan Ciamis.

Meski puluhan kejadian karhutla telah terjadi, BPBD Jawa Barat mencatat belum terdapat korban jiwa maupun warga yang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.

Tidak ada laporan warga meninggal dunia, mengungsi maupun hilang akibat karhutla sepanjang periode tersebut.

Karhutla Dekati Sabana Edelweiss Gunung Gede

Salah satu kebakaran yang menjadi perhatian terjadi di kawasan Alun-Alun Barat Suryakencana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), pada Kamis (6/8/2026).

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan sekitar satu hektare. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.

Laporan awal diterima petugas Resor PTN Wilayah Gunung Putri sekitar pukul 15.15 WIB dari pengelola basecamp pendakian.

Berdasarkan pemantauan Balai Besar TNGGP, area yang terbakar didominasi hamparan rumput kering dan sebagian vegetasi berkayu.

Lokasi titik api juga berada cukup dekat dengan Sabana Edelweiss, salah satu kawasan konservasi penting di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar. Percikan kecil dari rokok, pembakaran sampah maupun sumber api lainnya berpotensi memicu kebakaran lebih luas.

Warga Diminta Tidak Bakar Sampah Sembarangan

Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah di lahan terbuka selama musim kemarau.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api dari pembakaran sampah berpotensi menjalar ke lahan warga maupun kawasan lainnya.

“Sehingga perlu diantisipasi, misalnya jangan membakar sampah di lahan-lahan terbuka. Itu juga penting menghindari kebakaran di lahan-lahan yang terbuka yang berdekatan dengan lahan masyarakat,” tuturnya.

Selain menghindari pembakaran sampah, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

BPBD juga mendorong masyarakat untuk saling berkomunikasi dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

BPBD Minta Warga Segera Laporkan Titik Api

Di tengah meningkatnya ancaman karhutla, kecepatan pelaporan menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah kebakaran meluas.

BPBD Jawa Barat meminta masyarakat tidak menunggu api membesar sebelum melaporkan kejadian.

“Kalau misalnya memang terjadi, bisa juga masyarakat melaporkan ke BPBD setempat untuk kita lakukan respons cepat terkait dengan kejadian, baik kekeringan ataupun kebakaran hutan dan lahan,” kata Hadi.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, masyarakat Jawa Barat diimbau meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas sederhana seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di lahan terbuka dapat menjadi pemicu kebakaran ketika vegetasi dalam kondisi sangat kering.***


Editor : JakaPermana