Sampah Pesta Persib Capai 112 Ton di Bandung, Didominasi Flare dan Botol
Flare dan botol kaca maupun plastik, mendominasi sampah yang tersisa usai perayaan kemenangan Persib di Kota Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - flare dan botol kaca maupun plastik, mendominasi sampah yang tersisa usai perayaan kemenangan Persib di Kota Bandung. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat, jenis sampah tersebut tidak biasa muncul dalam jumlah besar di ruang publik dan ikut membebani proses pembersihan yang masih berlangsung.
Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, total sampah yang ditangani dari kegiatan tersebut mencapai sekitar 112 ton. Jumlah itu berasal dari berbagai titik keramaian, dengan komposisi utama sampah plastik, botol minuman dan material flare berbahan logam yang memiliki bobot cukup berat.
“Sekitar 112 ton, itu hanya sampah pesta Persib. Karena walaupun volumenya kecil, bobotnya lumayan. Yang itu botol sama flare itu,” kata Darto, Senin (25/5/2026).
Dia menjelaskan, temuan flare di beberapa lokasi menjadi perhatian tersendiri karena materialnya berbahan logam. Di kawasan Cikapayang, petugas menemukan sekitar tiga karung besar flare yang memiliki bobot signifikan. “flare itu tempatnya logam. Nah, logamnya itu cukup berat. Kita dapat 3 karung di area Cikapayang saja,” ucapnya.
Selain flare, pihaknya juga mengangkut sampah botol kaca dalam jumlah cukup banyak. Meski tidak sebesar volume sampah lain, botol-botol tersebut tersebar di beberapa titik keramaian. “Kalau botol itu dapat 6 karung, tapi kecil ya bukan 6 karung besar. Nah, yang botol itu 6 karung kecil,” ujar dia.
Menurutnya, kombinasi antara flare, botol kaca dan sampah plastik membuat karakter sampah kali ini berbeda dari kondisi normal di kawasan tersebut. Tiga jenis sampah itu, jarang muncul sekaligus dalam jumlah besar di ruang publik.
“sampah plastik, betul. Dan itu cukup menonjol karena tidak biasanya tiga jenis sampah itu muncul di area-area biasa,” jelasnya.
Darto menambahkan, kondisi serupa terlihat di kawasan Jalan Asia Afrika. sampah plastik dan botol plastik mendominasi sepanjang jalur tersebut, mulai dari simpang lima hingga arah Jalan Sudirman. “Kalau Jalan Asia Afrika itu didominasi sampah plastik dan botol plastik. Dan itu sepanjang Jalan Asia Afrika,” ujar dia.
Proses pembersihan hingga saat ini belum sepenuhnya selesai. Pihaknya mencatat, progres pengangkutan sampah masih berada di bawah 50 persen hingga pagi hari. “Hari ini belum sampai 50 persen. Sampai dengan tadi pagi jam setengah 6, itu belum sampai 50 persen,” ucapnya.
Dia menyebut, salah satu kendala utama adalah hujan yang turun pada malam hari sehingga proses pembersihan sempat dihentikan sementara demi keselamatan petugas. “Harusnya tadi malam kita bisa mengerjakan itu, tapi cuaca hujan yang menghambat kita,” ujar Darto.
Mempercepat penanganan, DLH Kota Bandung mengerahkan tambahan 56 petugas di luar tim reguler yang sudah bekerja di lapangan. Fokus pembersihan dilakukan di 11 titik pantau yang dianggap paling terdampak.
“Tim tambahannya itu ada 56 orang. Terutama di 11 titik pantau yang rawannya itu,” ucapnya.
Darto menyebut, beberapa area yang termasuk dalam rencana kunjungan presiden juga menjadi prioritas pembersihan. Dari 11 titik, sekitar empat titik masuk dalam area yang akan dilalui. “Jadi hanya kurang lebih 4 titik. Dan kita sudah amankan per tadi subuh jam 2,” tutur dia.
Area pendaratan helikopter juga, dikemukakannya telah dibersihkan sejak dua hari sebelumnya untuk memastikan kondisi benar-benar steril. “Jadi, tempat pendaratan beliau itu dari 2 hari yang lalu kita sudah clear up ke sana,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

