Sampai Akhir Tahun, Pemda Bandung Barat targetkan Kunjungan Wisata Bisa Mencapai 20 Persen

Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat menargetkan kunjungan wisata pada akhir tahun 2024 bisa mencapai 20 persen.

Sampai Akhir Tahun, Pemda Bandung Barat targetkan Kunjungan Wisata Bisa Mencapai 20 Persen
Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat menargetkan kunjungan wisata pada akhir tahun 2024 bisa mencapai 20 persen.

INILAHKORAN, Ngamprah - Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat menargetkan kunjungan wisata pada akhir tahun 2024 bisa mencapai 20 persen.

Pasalnya, saat ini sejumlah objek wisata di kawasan Lembang terus berinovasi menghadirkan wana wisata yang menarik. Bahkan, tidak sekadar menyuguhkan panorama alam, namun dikombinasikan dengan kecanggihan teknologi, seperti Hutan Mycelia di Taman Wisata Grafika Cikole dan terbaru Farmhouse Menyala yang merupakan kolaborasi Farmhouse Susu Lembang, The Lodge Group dan Sembilan Matahari.

Sehingga diharapkan menjadi magnet yang mampu menarik wisatawan untuk datang berkunjung tidak hanya pada siang hari, namun juga malam hari.

"Dengan hadirnya konsep wisata family di malam hari seperti di Cikole dan Farmhouse Susu Lembang, akan semakin menambah banyak pilihan destinasi bagi wisatawan yang datang ke Bandung Barat," kata Penjabat (Pj) Bupati Bandung Barat, Ade Zakir Hasyim, Jumat 13 Desember 2024 malam. 

Pihaknya juga optimistis inovasi yang dihadirkan para pelaku wisata ini imbasnya akan kepada peningkatan angka kunjungan wisatawan. Terlebih di saat momen menjelang libur Natal dan Tahun Baru seperti sekarang. 

"Kami berharap angka kunjungan wisatawan di akhir tahun ini bisa naik 20% dari yang ditargetkan. Apalagi dengan adanya konsep wisata malam dari kreativitas cahaya seperti ini, maka lamanya berkunjung wisatawan akan lebih lama, dan itu imbasnya ke pendapatan asli daerah," kata Ade.

Secara keseluruhan, sebut Ade, pendapatan asli daerah (PAD) KBB mencapai sekitar Rp600-700 miliar dan itu didominasi dari sektor pariwisata. 

"Sebagian di antaranya kontribusi dari destinasi wisata yang ada di kawasan Lembang," sebutnya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, kunjungan wisatawan pada tahun 2023 ke sebanyak 51 objek wisata yang terdata di KBB mencapai 4.622.194. Sementara untuk tahun ini hingga bulan Oktober mencapai 1.149.448 wisatawan dan masih on progres. 

Ade menilai Farmhouse Menyala menjadi inovasi baru dari objek wisata Farmhouse Susu Lembang yang bisa jadi inspirasi pelaku usaha lainnya. 

Di sisi lain pihaknya mengingatkan agar keamanan tetap dijaga dan jam operasional diperhatikan mengingat konsep wisatanya outdoor. 

"Seperti peringatan dari BMKG terkait cuaca ekstrem, maka kami sudah mengingatkan ke pelaku wisata agar menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengunjung saat berada di area wisata," ujarnya. 

Pada kesempatan yang sama, Public Relation PT Perisai Group, Intania Setiati yang membawahi objek wisata Farmhouse Susu Lembang, The Great Asia Afrika, dan Floating Market Lembang, mengakui jika Farmhouse menyala dihadirkan untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru.

Sesuai dengan namanya, maka wisatawan yang berkunjung ke Farmhouse Menyala ini bisa memiliki banyak pilihan untuk datang berwisata bareng keluarga dari mulai pagi, siang, hingga malam hari.

Mengusung konsep wisata Farmhouse Menyala, keunikan yang ditampilkan adalah dari art dan UV light installation. Yakni perpaduan cahaya lampu yang muncul dari bangunan-bangunan oriental bergaya Eropa sehingga melahirkan suasana yang penuh warna.

"Konsep wisata malam yang kami hadirkan hasil kolaborasi dengan The Lodge Group dan Sembilan Matahari dengan tujuan menghadirkan pengalaman wisata malam hari di Farmhouse Susu Lembang," ucapnya. *** 


Editor : JakaPermana