Sapi Simental 1.050 Kg Milik Warga Cisarua Jadi Pilihan Sapi Kurban Presiden di KBB
Sapi simental berbobot lebih dari seribu kilogram milik warga Pasilangu Cisarua dipilih Presiden Prabowo untuk kurban di KBB
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Seekor sapi jenis Simental berbobot 1.050 kilogram milik warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua terpilih sebagai hewan kurban pilihan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Keputusan tersebut diambil melalui proses seleksi ketat yang melibatkan penilaian kesehatan dan kualitas hewan secara menyeluruh.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) Kabupaten Bandung Barat, Wiwin Aprianti melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan), drh Acep Rochimat menjelaskan, awalnya ada tiga kandidat utama yang bersaing, masing-masing berasal dari wilayah Parongpong, Cisarua, hingga Gununghalu.
Di antara nama yang diajukan terdapat Asep Furqon, pemilik sapi yang pernah terpilih sebagai hewan kurban presiden pada tahun sebelumnya.
"Kalau sekarang yang terpilih sapi milik Pak Dede dari Desa Pasirlangu yang akan jadi hewan kurban milik Presiden Prabowo," kata Acep saat ditemui, Senin (18/5/2026).
Kendati demikian, sambung Acep, satu kandidat dari Gununghalu harus gugur lebih awal lantaran hewan ternak tersebut sudah terjual, sehingga hanya dua wilayah yang masuk tahap penilaian akhir.
“Seluruh kandidat harus memenuhi standar yang sama, mulai dari bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hingga lolos uji laboratorium yang dilakukan oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang dan Balai Veteriner Subang untuk pemeriksaan sampel darah secara mendalam. Ini untuk menjamin hewan yang diserahkan benar-benar sehat dan layak dijadikan kurban,” ujarnya.
Acep menyebut, perwakilan resmi juga bakal hadir langsung saat proses penyembelihan berlangsung untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan dan syariat yang berlaku.
"Selain standar kesehatan, perlakuan terhadap hewan kurban juga diatur secara rinci demi menjaga kualitas daging dan kesejahteraan hewan," sebutnya.
Acep menjelaskan, pasokan air minum harus selalu tersedia dalam jumlah cukup, bahkan ditingkatkan menjelang waktu pemotongan.
"Hewan juga wajib diberikan waktu istirahat selama 12 jam sebelum disembelih guna menghindari stres yang dapat memengaruhi kualitas daging," sambungnya.
Secara kriteria, sapi yang dipilih untuk Presiden memiliki standar bobot minimal satu ton, atau menjadi salah satu yang terberat jika dibandingkan dengan pilihan di wilayah lain.
"Hewan kurban pilihan ini nantinya akan disalurkan ke wilayah-wilayah yang ketersediaan hewan kurbannya masih terbatas, agar manfaat dan nilai ibadah dari kurban presiden dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," tandasnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti

