INILAH, Bogor - Satu dari 18 wanita diguga pekerja seks komersial (PSK) yang Selasa (8/1) lalu diamankan operasi yustisi di kawasan puncak terindikasi pengidap HIV.
Hal ini diketahui setelah petugas dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial dan LSM Lekas melakukan pengecekan.
Para terduga PSK itu diperiksa malakukan uji Voluntary Counselling and Testing atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS).
"Awalnya ada 3 wanita PSK yang sudah diawasi oleh LSM Lekas, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan, dari 3 orang itu setelah dilakukan uji VCT 1 orang didiantaranya terindikasi HIV," ujar Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho kepada wartawan, Minggu (13/1).
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Dian Muldiansyah menuturkan wanita PSK yang sudah terjangkit virus HIV tersebut akan dikembalikan ke daerah asal yaitu Kabupaten Sukabumi.
"Wanita PSK tersebut akan kami jemput dari Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya Pasar Rebo, Jakarta Timur lalu kami rujuk perawatannya ke RD Marxoeki Mahdi Kota Bogor atau kami pulangkan ke keluarganya," tutur Dian.
Ia menerangkan wanita PSK pengidap virus HIV tersebut diperkirakan terus menambah jumlah penderita virus HIV di Bumi Tegar Beriman, dimana tahun lalu ada 1.550 penderita virus HIV dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).
"Jumlah penerita virus HIV AIDS ini terus bertambah apabila prostitusi, seks bebas dan peredaran narkotika yang menggunakan jarum suntik masih terus dilakukan atau beredar, penderita HIV AIDS ini masuk dalam daftar hitam dan masuk dalam pengawasan Dinas Kesehatan," terangnya
Kasie Rehabilitasi Sosial, Tunas Sosial dan Perdagangan Manusia Buchory Muslim menambahkan selain Cisarua atau Kawasan Piuncak, area lokalisasi' di sejumlah kecamatan juga menjadi tempat penularan virus HIV AIDS.
"Menurut data penderita atau penularan virus HIV itu banyak di Kawasan Puncak, Cileungsi dan Parung karena daerah-daerah tersebut memang ada praktek prostitusi," tambah Buchory Muslim.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Habib Agil Salim Alatas menegaskan untuk menekan angka penderita HIV AIDS. Dia mendukung petugas gabungan untuk terus melakukan operasi yustisi, nongol babat (Nobat) dan menutup arena bernyanyi yang melakukan pelanggaran peraturan.
"Saya mendukung tim gabungan yang dikomandoi Satpol PP untuk terus melakukan operasi yustisi, Nobat dan usaha arena bernyanyi yang menyediakan pemandu lagu, ihwal penyebaran virus JIV ini karena adanay praktek prostitusi, seks bebas dan penyalahgunaan narkotika yang menggunakan metode suntik," tegas Habib Agil.