Sayembara Logo Hari Jadi Bogor 544 Dimenangkan Warga Kedung Waringin
Sayembara Desain Logo dan Visual Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 banyak diminati masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - sayembara Desain logo dan Visual Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 banyak diminati masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya, total ada sebanyak 117 peserta mengikuti untuk sayembara logo HJB 544 ini, pemenangnya Ilham Akbar warga Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal.
sayembara desain logo dan visual HJB ke-544 ini mengangkat tema Bogor Nanjeur yang mempresentasikan tentang Bogor Maju dan Berkembang.
Diketahui, dalam sayembara ini kriteria desain logo harus mencerminkan nilai historis pajajaran, semangat HJB, ke 544 dan identitas visual sunda yang kuat namun relevan untuk era modern. Seluruh hasil karya peserta yang masuk telah selesai melalui proses penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari Desainer grafis, peneliti desain dan Pembina Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) Bandung Bima Nurin Aulan serta Ketua Reka Bogor Georgian Marcello.
Ketua Reka Bogor Georgian Marcello yang juga dewan juri menyampaikan dengan adanya sayembara ini membuktikan partisipasi masyarakat sangat tinggi, bisa dilihat pesertanya 117.
"Untuk pemenang ini menurut saya logonya bagus representatif sekali dengan warga Bogor. Semoga partisipasi ini bisa juga menggerakan perekonomian masyarakat. Pemenang sayembara ini dia adalah Muhamad Ilham Akbar yang bertempat tinggal di Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal. logo yang dibuat Ilham, menggunakan pendekatan fluid ribboning atau pita yang mengalir, untuk membentuk tipografi angka 544 secara tersembunyi atau gestalt," ungkap pria yang akrab disapa Georgi pada Minggu (03/5/2026).
Georgi melanjutkan, untuk gaya visual ini dinamis, modern dan saling berkesinambungan merepresentasikan sinergi antara pemerintah serta masyarakat yang terus bergerak secara progresif tanpa meninggalkan akar budaya Sunda yang kaya.
"logo karya Ilham juga memiliki interpretasi bentuk kujang yang merupakan pusaka kebanggaan Sunda yang melambangkan ketajaman pikiran, pertumbuhan ekologi yang asri dan pelestarian warisan budaya. Bentuk dan struktur tarikan garis yang dinamis dan membentuk angka 5 yang melambangkan aliran air kota hujan. Representasi flesksibilitas, wawasan luas dan inovasi cerdas menuju Bogor Maju. Selamat kepada pemenang. Selamat kepada warga Kota Bogor. Semoga logo baru memberikan banyak manfaat bagi seluruh warga Kota Bogor," jelasnya.
Sementara itu, Juri sayembara Desainer grafis, peneliti desain dan Pembina ADGI Bandung, Bima Nurin Aulan mengatakan, bahwa proses penilaian dilakukan dengan melihat logo yang sesuai syarat dan kriteria. Hal tersebut dimulai dari tampilan yang menarik, keterbacaan logo, kesesuaian dengan tema dan juga kemudahan implementasi logo. Pemenangnya unggul dari kesesuain dengan tema dan dari visualnya menarik.
"Nah, kalau kita lihat dari peserta lain logo ini paling lengkap brandingnya bisa dipakai untuk semua kalangan. Berbagi pandangannya dari sudut pandang profesional, mengenai proses perancangan dan pedoman penggunaan logo sebagai identitas visual perayaan kota yang baik, sesuai dengan standar profesional, sehingga kedepannya ekosistem desainer grafis di Bogor bisa berkembang dan diapresiasi dengan baik," terangnya.
"Untuk itu harapan logo yang menjadi pemenang ini bisa menjadi indikasi masyarakat Kota Bogor ikut partisipasi dalam perayaan HJB dan logo ini bisa digunakan untuk merayakan bersama-sama dan diterima warga Bogor," tambah Bima.
Ketua Panitia HJB ke-544 Iceu Pujiati mengatakan, dari seluruh tahapan proses sayembara yang telah dilalui saat ini sudah pada tahap pengumuman pemenang. Dirinya mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengirimkan hasil karya
"Para juri telah melaksanakan penilaian dan sudah ada pemenangnya. Apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Bogor yang sangat antusias mengikuti sayembara ini. Apresiasi sebesar besarnya untuk para peserta. Dari tahapan proses penjurian total peserta 117. Sebanyak 50 peserta diantaranya berasal dari Kota Bogor. dan sisanya dari luar Kota Bogor sebanyak 67. Dari hasil penelitian karya original 47, AI detected 70 dan selanjutnya setelah mengikuti tahapan penjurian pada Jumat (1 Mei 2026), dipilih satu pemenang," terangnya. (adv)
Editor : JakaPermana

