SE2026, BPS Cimahi: ini Instrumen Pembaruan Peta Ekonomi Indonesia

Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) hadir sebagai instrumen krusial untuk memperbarui peta ekonomi Indonesia secara komprehensif.

SE2026, BPS Cimahi: ini Instrumen Pembaruan Peta Ekonomi Indonesia
Istimewa

INILAHKORAN, Cimahi – Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) hadir sebagai instrumen krusial untuk memperbarui peta ekonomi Indonesia secara komprehensif.

Sensus ini bakal mencakup seluruh kegiatan ekonomi non-pertanian, baik formal maupun informal, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan skala besar.

Plt Kepala BPS Kota Cimahi, Junaedi  mengatakan, SE2026 bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan fundamental mengenai lanskap ekonomi Indonesia.

"SE2026 akan memberikan jawaban atas pertanyaan kunci: Berapa banyak unit usaha yang aktif di Indonesia? Di mana mereka berlokasi? Sektor apa yang dominan? Bagaimana mereka beradaptasi dengan digitalisasi dan perubahan pasar global?," kata Junaedi, Kamis 27 November 2025.

"Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi landasan bagi perumusan kebijakan ekonomi berbasis data," sambungnya.

Junaedi menyebut, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), hingga strategi pembangunan ekonomi digital nasional.

"Bagi Pemerintah Daerah, data SE2026 akan sangat bermanfaat dalam menentukan prioritas pembangunan wilayah, menyusun kebijakan pemberdayaan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," tambahnya.

Selain itu, bagi pelaku usaha, hasil sensus ini akan menyediakan peta peluang bisnis serta pembacaan tren sektor ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk inovasi dan ekspansi.

Menyadari besarnya dampak dan cakupan SE2026, Junaedi menekankan bahwa keberhasilan sensus tidak mungkin dicapai tanpa dukungan aktif dari berbagai pemangku kepentingan. Mulai dari pemerintah daerah, asosiasi profesi, hingga para pelaku usaha.

"Kami mengadakan sosialisasi ini dengan tujuan membangun kepercayaan dan kerja sama di antara seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SE2026," terangnya.

Oleh karena itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengajak seluruh peserta untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan sekaligus membangun strategi yang tepat dalam proses pengumpulan data.

"Selain itu, kami juga berharap dapat mengumpulkan masukan yang berharga dari para pemangku kepentingan dan pelaku usaha, sehingga strategi yang disusun benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," tuturnya.

Junaedi juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dan komunikasi antar-stakeholder demi memaksimalkan dukungan terhadap sensus ekonomi ini.

"Keberhasilan SE2026 tidak hanya bergantung pada BPS sebagai pelaksana, tetapi juga pada partisipasi aktif dari setiap elemen masyarakat, baik pemerintah, asosiasi profesi, pelaku usaha, maupun masyarakat luas," tandasnya. ***


Editor : JakaPermana