MAMA Awards Tetap Berlangsung di Tengah Tragedi Kebakaran, Para Idola OTW Hong Kong Pakai Outfit Hitam
Para idola berangkat ke Hong Kong menggunakan outfit serba hitam di tengah tragedi kebakaran besar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Hong Kong saat ini tengah berduka atas tragedi Kebakaran besar yang melanda baru-baru ini.
Kebakaran dahsyat terjadi pada tanggal 26 November 2025, di Wang Fuk Court, sebuah kompleks apartemen bertingkat tinggi di distrik Tai Po, Hong Kong utara.
Api, yang dengan cepat merambat ke perancah bambu dan jaring konstruksi yang melapisi gedung, telah merenggut 44 nyawa, sementara 279 orang masih hilang.
Pemerintah Hong Kong sejak itu telah menaikkan status peringatan Kebakaran ke level tertinggi, yakni Kelas 5, untuk pertama kalinya sejak Kebakaran klub malam Mong Kok tahun 2008.
Insiden ini telah mengguncang Hong Kong. Acara pemilihan Dewan Legislatif telah ditangguhkan, dan Kepala Eksekutif John Lee secara terbuka mempertimbangkan untuk menunda pemilihan.
Banyak forum lokal menjuluki Kebakaran tersebut sebagai "bencana terburuk sejak Serah Terima Hong Kong tahun 1997."
Di antara pembatalan yang semakin banyak, muncul spekulasi mengenai kelanjutan MAMA Awards 2025, yang dijadwalkan pada 28-29 November 2025, di Stadion Kai Tak.
Acara ini merupakan ajang penghargaan K-Pop besar yang diselenggarakan oleh CJ ENM, dengan rencana siaran global di berbagai platform streaming.
Dewan Pariwisata Hong Kong bahkan telah menobatkannya sebagai salah satu dari enam "mega-event" di paruh kedua tahun 2025.
Meskipun masih belum pasti, para artis dan Idola Korea telah terbang ke Hong Kong sesuai jadwal.
Grup-grup seperti IVE, Stray Kids, TXT, ENHYPEN, ZEROBASEONE, NCT WISH, RIIZE, i-dle, BABYMONSTER, BOYNEXTDOOR, KICKFLIP, dan Hearts2Hearts terlihat di Bandara Internasional Incheon berangkat untuk acara tersebut.
Banyak dari para Idola ini yang mengenakan Pakaian Hitam sebagai bentuk penghormatan atas tragedi yang terjadi di kota tujuan mereka.
Meskipun lokasi acara berjarak sekitar 20 kilometer (sekitar 20 menit berkendara) dari lokasi Kebakaran, kekhawatiran akan sentimen publik dan keselamatan terus mendominasi percakapan daring.
Frasa "pembatalan MAMA" mulai menjadi tren di X (sebelumnya Twitter), karena para penggemar dan netizen berdebat apakah acara tersebut harus tetap dilanjutkan.
Di media sosial, perbedaannya sangat mencolok. Beberapa pengguna mempertanyakan moralitas berfokus pada acara penghargaan di tengah kehilangan yang begitu besar.
Salah satu unggahan berbunyi, "apakah mengkhawatirkan pembatalan MAMA benar-benar prioritas ketika begitu banyak orang baru saja meninggal dalam Kebakaran?"
Yang lain berharap pembatalan, dengan menyatakan, "Saya harap mereka membatalkannya sebagai bentuk penghormatan. Belasungkawa terdalam untuk para korban Kebakaran Hong Kong."***
Editor : Irma Nurfajri


