Sebelum PPN 12 Persen, Pendapatan Pajak Kota Bandung Sudah Melonjak
Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, menyampaikan adanya kenaikan pendapatan pajak Kota Bandung di 2024. Dibandingkan 2023, pendapatan pajak kota mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp100 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pj Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, menyampaikan adanya kenaikan pendapatan pajak Kota Bandung di 2024. Dibandingkan 2023, pendapatan pajak kota mengalami peningkatan signifikan sebesar Rp100 miliar.
Ia menyebut hal ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Bandung untuk merancang dan melaksanakan program-program strategis di 2025.
“Dari tahun ke tahun, pendapatan kita terus meningkat. Terima kasih kepada semua pihak, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD), yang telah berkontribusi melalui berbagai kegiatan, seperti pariwisata, transportasi, hingga keamanan,” kata Iskandar Zulkarnain, Senin 6 Januari 2024.
Ia menyebut, pelaksanaan program-program yang telah direncanakan harus lebih maksimal, terutama pada triwulan pertama dan kedua.
Pihaknya berharap, semua pihak dapat bekerja maksimal untuk merealisasikan program-program tersebut demi kemajuan Kota Bandung.
Di sisi lain, Kota Bandung juga bersiap menghadapi transisi kepemimpinan yang dijadwalkan pada 10 Februari 2025.
Zulkarnain mengatakan, persiapan program transisi harus dilakukan dengan matang agar visi dan misi pemimpin baru dapat selaras dengan program-program yang telah berjalan sebelumnya.
“Kita harus memastikan semua rencana berjalan sesuai dengan visi pembangunan Kota Bandung, baik di bawah kepemimpinan lama maupun yang baru,” ucapnya.
Memasuki 2025, pihaknya menyampaikan beberapa isu strategis yang menjadi fokus utama, salah satunya adalah pengelolaan sampah.
Ia menjelaskan, program pengolahan sampah mandiri di tingkat RW menunjukkan hasil positif, seperti RW KBS yang terus bertambah. Selain itu, pengiriman sampah ke TPA Sarimukti terus kita jaga jangan sampai bertambah.
“Kita harus lebih serius menangani masalah sampah ini karena dampaknya sangat besar bagi masyarakat dan lingkungan. Upaya pengelolaan mandiri di tingkat RW perlu diperluas,” ujar dia. (*)
Editor : Zulfirman

