Sebut Faedah dan Manfaatnya Masih Kurang, Ketua Kadin KBB Bakal Gandeng Pengusaha untuk Bantu UMKM
Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menggandeng para pengusaha di Bandung Barat untuk mendongkrak usaha para pelaku UMKM yang kini membutuhkan bantuan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal menggandeng para pengusaha di Bandung Barat untuk mendongkrak usaha para pelaku UMKM yang kini membutuhkan bantuan.
Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima Ketua Kadin KBB, Syamsul Ma'arif terungkap peran para pengusaha kepada masyarakat di Bandung Barat sangat kurang.
"Keberadaan mereka (pengusaha) ini faedah dan manfaatnya masih sangat kurang terhadap masyarakat," kata Syamsul saat ditemui di Padalarang, Kamis 2 Mei 2024.
Oleh karena itu, pihaknya bakal menjembatani dan menggandeng para pengusaha agar peduli dengan masyarakat yang diimplementasikan melalui inovasi dan program yang akan dibuat Kadin KBB.
"Itu dilakukan agar bisa mendongkrak dan mensupport UMKM baik dari sisi finansial maupun kegiatan-kegiatan usahanya tanpa harus berharap banyak menggantungkan kepada pemerintah daerah," jelasnya.
"Bukan kami tidak mau melibatkan, biarlah kita sama-sama paham, biarkan pemda me-recovery permasalahan yang ada karena kami tidak mau menganggu," sambungnya.
Sebaliknya, Kadin KBB justru ingin membantu sebagian kecil pekerjaan pemerintah, yakni dengan menggerakkan UMKM dari sisi pengusaha.
"Potensi KBB ini sebelum saya terjun ke Kadin dan politik, secara pribadi saya tertarik begitu banyak potensi yang ada," ujarnya.
Syamsul menyebut, tiga potensi besar luar biasa yang kalau diperhatikan dan dikelola dengan baik bisa meningkatkan perekonomian warga Bandung Barat yang menggeluti tiga sektor yakni wisata, peternakan dan pertanian.
"Tiga sektor ini kalau kita optimalkan dan berdayakan, mudah-mudahan bisa meningkatkan perekonomian dari sisi petani, peternak dan dunia wisata karena begitu banyak potensi-potensi bisnis dari ketiga sektor ini," sebutnya.
Lebih lanjut Syamsul menerangkan, ada satu konsep yang akan dirinya jalankan dan diterima pengurus Kadin KBB untuk mengembangkan perekonomian dari sisi pembangunan, yaitu dengan mengintegrasikan tiga sektor tersebut.
"Ini upaya kita untuk membantu Pemda KBB. Jadi, peternakan dan pertanian terintegrasi dengan konsep wisata," terangnya.
"Nantinya kita akan mengajak para peternak untuk bermitra dengan mengadakan ternak-ternak wisata dengan lahan-lahan yang mungkin bisa kita kerjasamakan dengan pihak ketiga, seperti Perhutani ataupun lahan yang bisa kita sewa," sambungnya.
Termasuk, pihaknya bakal mengajak masyarakat petani dan peternak untuk bermitra dengan membangun spot wisata ternak dan pertanian hingga menjadi daerah tujuan wisata.
"Jadi untuk peternak ini bukan hanya hasilkan produk susu saja, tapi kita edukasi dan kita rangkul dengan bermitra membangun wisata edukasi di tiap desa," ucapnya.
Kendati begitu, Syamsul menyebut dalam prosesnya tidak bisa dibangun secara instan sebab perlu project plan desa mana yang bakal dijadikan lokasi wisata edukasi.
"Nanti kita buat edu wisata dalam satu paket, termasuk pertanian," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : JakaPermana
