Sebut Kondisi SDM di Internal Sangat Lemah, Kadin KBB Lakukan Pembenahan Melalui Orientasi dan Pengukuhan Dewan Pengurus PAW di Rapimkab I
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan pembenahan secara masif di internalnya dengan melakukan penggantian pengurus baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan pembenahan secara masif di internalnya dengan melakukan penggantian pengurus baru.
Langkah tersebut dilakukan lantaran sisi sumber daya manusia (SDM) di internal Kadin KBB yang dinilai sangat lemah.
Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung Ketua Kadin KBB, Syamsul Ma'arif dalam Rapimkab I dan pengukuhan Kadin KBB Periode 2024-2029 di Grand Hani Lembang, Selasa 27 Mei 202.
"Dasar dilaksanakannya Rapimkab I ini karena begitu saya dilantik sebagai ketua, permasalahan utama yang saya hadapi adalah dari SDM pengurus Kadin KBB sendiri," kata Syamsul saat ditemui.
Selain dari sisi SDM, sebut Syamsul, pembenahan di internal Kadin KBB juga bakal dilakukan dari sisi manajerial dan official.
"Kebutuhan inilah yang menjadi dasar adanya pergantian pengurus baru yang sebelumnya Pergantian Antarwaktu (PAW). Di Rapimkab ini saya ingin ada orientasi organisasi," sebutnya.
Syamsul menjelaskan, orientasi organisasi ini tujuannya untuk memperkuat pemahaman organisasi dan Kadin itu sendiri.
"Di dalamnya tentu berbicara tentang AD/ART, organisasi dan kepengurusan. Saya lihat ini sangat lemah sekali sebenarnya. Mudah-mudahan dengan adanya pengurus baru PAW dalam Rapimkab dan orientasi ini bisa membuahkan pengurus-pengurus yang menguasai betul tentang organisasi Kadin dan diharapkan efeknya bisa bekerja secara profesional," jelasnya.
Satu tahun setelah Rapimkab I ini, tegas Syamsul, pihaknya hanya akan fokus pada pembenahan SDM. Sementara untuk target lainnya dirinya mempercayakan kepada para pengurus.
"Karena saya memberikan kemandirian kepada kawan-kawan untuk mengusulkan atau mengajukan program," ucapnya.
Kemudian, sambung Syamsul, program-program inilah yang dibahas, dikaji, dirumuskan dan ditetapkan dalam Rapimkab I ini.
"Artinya, saya sendiri belum bisa menyampaikan karena seluruh program yang akan diajukan nanti diputuskan di Rapimkab yang dilakukan sampai sore ini," sebutnya.
Setelah itu, baru diketahui program apa saja yang bakal dilakukan. Namun, di luar itu memang Kadin dari sejak dirinya mendapatkan SK sudah mengusulkan, bahkan sudah dirapatkan program strategis, yakni Revolusi Industri Olahraga (Rio), Revolusi Industri Seni Budaya (Risda) dan Revolusi Industri Pariwisata (Ripa).
"Kami berharap industri olahraga dan industri seni budaya bisa berkolaborasi dengan sektor pariwisata yang targetnya menciptakan peluang usaha baru di bidang seni budaya dan olahraga," ujarnya.
Sehingga, kata Syamsul, diharapkan bisa menghasilkan pengusaha-pengusaha baru di bidang olahraga dan seni budaya. Sebab, menurutnya, selama ini KBB punya potensi luar biasa di olahraga dan seni budaya.
Hanya saja, belum profitable atau belum berorientasi industrialisasi dan masih sebatas hobi dan event-event tertentu.
"Harapan kami dari Kadin bisa menciptakan dan mengorbitkan pengusaha-pengusaha baru yang mengangkat nilai seni budaya dan berefek pada perekonomian yang diharapkan bisa berkolaborasi dengan sektor pariwisata," katanya.
Syamsul mengakui, dua program yakni Rio dan Rispa sudah dijalankan sementara Risda belum. Oleh karena itu, untuk pelaksana project plan pihaknya menunjuk PT Panglima Gemilang untuk menjalankan tiga program strategis Kadin KBB ini.
"Harapan saya tidak hanya PT Panglima karena perusahaan ini hanya sebagai project plan saja. Dengan adanya seni budaya dan olahraga yang produktif, bahkan profit bisa merangsang masyakarat dan pihak lain bahwa di seni budaya bisa jadi sektor usaha dan menghasilkan uang, bisa menggerakan ekonomi," bebernya.
"Sehingga akan bermunculan pengusaha-pengusaha baru di bidang seni budaya dan olahraga karena tugas Kadin menciptakan dunia usaha," ucapnya.
Ketua Umum Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi mengapresiasi langkah yang dilakukan Kadin KBB karena ini merupakan Rapimkab yang pertama di mana sesuai dengan amanat Undang-Undang organisasi Kadin bahwa setiap kota/kabupaten harus melaksanakan Rapimkab sekurangnya satu kali dalam satu tahun.
"Eksistensi dari Kadin KBB ini sangat luar biasa, sinergitas antara Kadin KBB bersama stakeholder yang ada, seperti pemerintah, TNI-Polri maupun kejaksaan ini luar biasa," kata Almer.
Oleh karena itu, pihaknya bakal memberikan dukungan agar pertumbuhan perekonomian di Bandung Barat bisa segera mencapai 8 persen sesuai amanat dari Presiden RI Prabowo Subianto.
"Kami berpesan kepada Kadin KBB agar menjaga kondusifitas, komunikasi dengan stakeholder yang ada. Serta merangkul semua pengusaha agar tercipta iklim usaha yang kondusif," sebutnya.***
Editor : JakaPermana


