Sedekah Cahaya dari Baznas dan Yayasan Brader Membuat Rumah Entin di Pangalengan tak lagi Gelap
Perasaan haru dan bahagia nampak jelas dari wajah Entin (75) warga Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan karena kini rumahnya sudah diterangi lampu dari listrik mandiri bantuan program Sedekah Cahaya dari BAZNAS Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader Insan Peduli.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Soreang - Perasaan haru dan bahagia nampak jelas dari wajah Entin (75) warga Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan karena kini rumahnya sudah diterangi lampu dari listrik mandiri bantuan program sedekah cahaya dari Baznas Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader Insan Peduli.
Program sedekah cahaya ini berupa pemasangan listrik panel Surya atau listrik tenaga mandiri (Limar) kepada dua rumah. Yakni rumah milik Entin dan Ai di RT 05 RW 04 Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.
Ibu mah pakai listrik dengan nyolok (menyambung) ke rumah anak. Sebulan iuran Rp96.000 untuk bayar rekening listrik. Tapi karena saya sering enggak ada uang untuk iuran jadi lebih baik tidak pakai listrik saja, dan sehari-hari untuk penerangan pakai cempor (lampu minyak)," kata Entin, Kamis 1 Mei 2025.
Sedih memang, jika melihat rumah-rumah tetangganya gemerlap cahaya lampu listrik setiap malam, namun di rumah Entin hanya diterangi sebuah cempor usang. Meski demikian, ia tak bisa berbuat banyak. Penghasilannya sebagai buruh tani tak mencukupi untuk membayar iuran listrik setiap bulannya. Jangankan untuk bayar iuran listrik, untuk makan sehari-hari saja diusianya yang sudah tak muda lagi ini sangat sulit.
"Saya bekerja sebagai buruh tani atau istilahnya ngabedug dengan bekerja setengah hari. Ibu bekerja sesuai dengan permintaan yang punya tanah.
Setiap bulan, kata Entin, bekerja ngabedug selama 14 hari,jika dirupiahkan penghasilannya hanya Rp420.000.
"Sedangkan anak saya bekerja sebagai pedagang maupun pekerjaan serabutan lainnya dengan penghasilan yang tak menentu," ujarnya.
Daripada membayar rekening listrik sehingga Ny. Entin lebih mementingkan membeli beras maupun kebutuhan dapur lainnya.
"Saya juga memberi uang kepada cucu karena mereka kan minta uang jajan. Jadi daripada untuk bayar iuran listrik,uangnya lebih baik untuk jajan cucu," katanya.
Dengan bantuan pemasangan listrik panel Surya dari Baznas Kabupaten Bandung dan Yayasan Brader sangat bahagia. Sekarang tak ada lagi kegelapan di rumahnya, cahaya menerangi rumah sederhana milik Entin dan Ai.
"Hatur nuhun Baznas, ibu mah cuma bisa berdoa semoga bapak-bapak di Baznas bisa terus membantu warga kurang mampu seperti ibu," katanya.(rd dani r nugraha)
Editor : Ahmad Sayuti


