Sejak 2012, Rusia Sempat Nyatakan Tertarik Berinvestasi di Garut

Kehadiran Wabup Garut Helmi Budiman didampingi sejumlah pejabat Pemkab Garut di Kantor Perwakilan Pemerintah Rusia di Jakarta belum lama ini merupakan langkah progresif terkait jalinan kerja sama Pemkab Garut dengan Pemerintah Rusia di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Sejak 2012, Rusia Sempat Nyatakan Tertarik Berinvestasi di Garut
Sambutan positif pihak Rusia terhadap kerjasama ditawarkan Pemkab Garut pun menjadi potensi positif bagi perkembangan Kabupaten Garut ke depan. (zainulmukhtar)

INILAHKORAN, Garut - Kehadiran Wabup Garut Helmi Budiman didampingi sejumlah pejabat Pemkab Garut di Kantor Perwakilan Pemerintah Rusia di Jakarta belum lama ini merupakan langkah progresif terkait jalinan kerja sama Pemkab Garut dengan Pemerintah Rusia di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Sambutan positif pihak Rusia terhadap kerjasama ditawarkan Pemkab Garut pun menjadi potensi positif bagi perkembangan Kabupaten Garut ke depan.

INILAHKORAN mencatat, kendati baru sebatas penjajakan namun ketertarikan Rusia bekerja sama atau berinvestasi di Kabupaten Garut sebenarnya telah terlihat sejak cukup lama. Terlebih melihat potensi sumber daya alam yang ada di Kabupaten Garut.

Pada 27 Januari 2012, bahkan sempat digelar Focus Group Discussion dan penawaran potensi/peluang investasi Kabupaten Garut ke invstor Rusia di Aula Bank Jabar Banten Garut digagas Kantor Penanaman Modal Kabupaten Garut (Kini Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu).

Saat itu, Chief Of Russian Trade Refresentative Office Sergei sempat mengatakan pasar Rusia memberikan peluang cukup besar bagi produk Indonesia, termasuk Kabupaten Garut. Baik dalam rangka meningkatkan pangsa pasar maupun mengembangkan ekspor.

Produk Indonesia yang berpeluang masuk ke pasar Rusia antara lain mesin dan alat listrik, minyak sawit, teh, kopi, kakao, tembakau, alas kaki, pakaian dan barang dari kayu.

Garut sebagai kabupaten dengan SDA melimpah, berpeluang bisa masuk pada pasar tersebut.

Namun, lantaran belum intensifnya kunjungan dagang dari kedua negara membuat kontak dagang kedua negara tersebut masih rendah. Pengusaha Rusia dan Indonesia belum begitu tertarik ikut serta pameran dagang yang diselenggarakan masing-masing. Para pengusaha Rusia masih minim melakukan penjajakan pasar ke Indonesia karena biaya perjalanan relatif besar. Sedangkan kontrak pembelian belum tentu ada.

Perwakilan Kementerian Perekonomian yang saat itu sempat hadir menyarankan Garut hendaknya fokus pada beberapa sektor yang mesti dikedepankan untuk menjadi unggulan pada perkembangan dunia usaha. Semisal pada sektor pertanian yang menjadi sektor unggulan bagi Garut.*** (zainulmukhtar)


Editor : Doni Ramdhani