Sejumlah Toko di Flores Kembali Buka Usai Gempa NTT, 59.600 Warga Masih Mengungsi
Sejumlah toko dan SPBU di Flores, NTT, mulai kembali beroperasi empat hari setelah gempa. Lebih dari 59.600 warga masih bertahan di pengungsian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - aktivitas ekonomi di sejumlah wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai berangsur pulih setelah gempa kuat mengguncang kawasan tersebut.
Sejumlah toko kelontong, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan tempat usaha lainnya mulai kembali beroperasi pada Rabu (19/8/2026), empat hari setelah gempa terjadi.
aktivitas warga perlahan kembali berjalan meski sejumlah ruas jalan masih dipenuhi puing. Di sisi lain, ribuan warga masih bertahan di tenda, pusat evakuasi maupun tempat pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan atau masih khawatir terhadap gempa susulan.
gempa yang terjadi pada Sabtu pagi tersebut menyebabkan sedikitnya 71 orang meninggal dunia dan hampir 1.200 orang mengalami luka-luka.
Kerusakan juga melanda berbagai fasilitas masyarakat. Sekitar 11.925 rumah, 182 fasilitas kesehatan, 653 sekolah, 184 kantor pemerintah dan 173 tempat ibadah dilaporkan terdampak.
Hingga Rabu, lebih dari 59.600 orang masih tinggal di tenda, pusat evakuasi atau tempat penampungan sementara.
Di tengah proses pemulihan, aktivitas perdagangan mulai terlihat di sejumlah daerah.
Di Maumere, warga mulai mendatangi pasar dan SPBU yang kembali beroperasi. Sementara di Reo, sebuah toko kelontong membuka layanan secara terbatas untuk menghindari terjadinya kerumunan.
Warga mengaku bantuan makanan yang diberikan pemerintah maupun masyarakat sangat membantu selama masa darurat. Namun, kebutuhan sehari-hari tetap membuat masyarakat membutuhkan toko dan pasar yang kembali beroperasi.
Kembali dibukanya sejumlah tempat usaha menjadi salah satu tanda aktivitas masyarakat mulai bergerak setelah gempa.
Pemerintah telah mengirim sekitar 398 ton bantuan ke wilayah terdampak gempa. Bantuan tersebut antara lain berupa makanan, tenda keluarga dan perlengkapan untuk tempat pengungsian.
Namun, proses distribusi bantuan menghadapi tantangan karena kondisi geografis Flores yang didominasi wilayah pegunungan. Sejumlah jalan juga mengalami kerusakan sehingga sulit dilalui kendaraan.
Untuk menjangkau wilayah terpencil, pemerintah mengerahkan berbagai moda transportasi, termasuk pesawat militer dan kapal. Personel tambahan juga dikerahkan untuk membantu proses penanganan bencana.
Meski aktivitas masyarakat mulai kembali normal, proses pemulihan pascagempa masih berlangsung.
Tim pencarian dan penyelamatan masih melakukan pembersihan puing serta mencari kemungkinan adanya korban lain yang belum ditemukan.
Hingga Rabu, tercatat lebih dari 3.000 gempa susulan terjadi setelah gempa utama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Kondisi tersebut membuat banyak warga masih memilih tidur di luar rumah karena khawatir gempa kembali terjadi.
Pemerintah dan tim gabungan terus melakukan penanganan di wilayah terdampak, sementara masyarakat secara bertahap mulai menjalankan kembali aktivitas sehari-hari di tengah proses pemulihan yang masih panjang.
Sumber APnews
Editor : Ahmad Sayuti

