Sekda Herman Pastikan Siswa Peserta Pendidikan Karakter Tidak Akan Ketinggalan Pelajaran di Sekolah

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memastikan, 273 siswa peserta pendidikan karakter tidak akan ketinggalan pelajaran di sekolah asal mereka.

Sekda Herman Pastikan Siswa Peserta Pendidikan Karakter Tidak Akan Ketinggalan Pelajaran di Sekolah
Sekda Jabar Herman Suryatman

INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi jawa barat Herman Suryatman memastikan, 273 siswa peserta pendidikan karakter tidak akan ketinggalan pelajaran di sekolah asal mereka.

Sekda Herman mengatakan, 273 siswa yang ikut pendidikan karakter Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) selama 18 hari terakhir sejatinya juga mengikuti pelajaran mereka seperti di sekolah.

Sehingga, meski banyak kegiatan yang disematkan selama mengikuti pendidikan karakter Panca Waluya, para siswa juga tetap mendapatkan pelajaran umum.

"Mereka di Dodik, disisipkan juga pelajaran konvensional di sekolah. Tidak ketinggalan mereka. Kan ini pendidikan karakter Panca Waluya. Cageur, bageur, bener, pinter, singer. Sehingga materi disesuaikan kurikulumnya," ujar Sekda Herman di Gedung Sate baru-baru ini.

Soal keberlanjutan 273 siswa tersebut, dia mengatakan bakal segera berkonsolidasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Pendidikan Jabar dan sekolah.

"Kami sudah buatkan platform digital untuk monitoring. Dari sekolah memonitor anak-anak, nanti real time bisa dilaporkan dan lihat progres anak-anak. Tentu nanti jajaran teritorial akan kami konfirmasi. Kita sama-sama pantau. Sehingga terlihat, ada before, ada after. Jadi keberlanjutan," ucapnya.

Mengenai gelombang selanjutnya untuk pendidikan karakter, di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sekda Herman mengaku saat ini pihaknya tengah melakukan proses lanjutan.

Dia memastikan, peserta yang akan ikut sama seperti pada gelombang pertama, melalui mekanisme didaftarkan oleh sekolah dan atas izin orangtua.

"Tunggu, ini masih berproses. Kami pastikan harus tertib, semuanya diberikan izin orangtua. Setelah firm," kata dia.

Sementara Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengungkapkan, 273 siswa ini akan kembali mengikuti pematangan di Badan Diklat BPSDM Pemprov Jabar.

"Nanti dalam dua minggu sekali kami siapkan mobil di setiap kabupaten, untuk pergi ke Badan Diklat BPSDM Pemprov Jabar mengikuti pematangan," ucapnya.

Dimana mereka akan mengikuti pendidikan lanjutan selama satu tahun dan di Dodik Rindam III Siliwangi, akan diikuti oleh peserta gelombang kedua dan selanjutnya.

"Di Dodik akan diisi siswa yang baru. Kami akan memantau perkembangan kalian dalam waktu satu tahun, bukan enam bulan," kata dia.

Selain itu, pendidikan karakter Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) direncanakannya akan dibuat secara lebih serius.

Pemprov Jabar kata Dedi, bakal menghadirkan Sekolah Kebangsaan jawa barat Istimewa di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Tidak ada anak nakal, ini masa mereka menuju dewasa. Di hari ini, Pemprov Jabar. Sekolah yang berjalan ada pendidikan karakter, bela negara, akan saya resmikan Sekolah Kebangsaan jawa barat Istimewa. Akan dipusatkan di Dodik Lembang. Kalau ada lembaga pendidikan lainnya, kami akan kerjasama," ucapnya.

Nantinya, yang sekolah di sana bukan lagi hanya anak bermasalah. Tetapi juga anak yang memiliki prestasi akademik di sekolah konvensional.

"Bersekolah di situ bukan anak yang tawuran, korban ML (mobile legend) tapi memiliki anak kemampuan akademik, pikiran yang tinggi," kata dia. 


Editor : Ahmad Sayuti