Sekda Intruksikan ASN Pemkot Bangun Budaya Kerja Sehat dan Profesional
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi menekankan, ada sejumlah langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat di Pemkot Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi menekankan, ada sejumlah langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat di Pemkot Bogor.
pertama dimulai dari membangun budaya saling menghormati melalui penerapan etika komunikasi yang sopan dan profesional, serta menghindari budaya saling menyalahkan dengan tetap menghargai perbedaan pendapat.
"Selanjutnya, kepemimpinan yang sehat melalui keteladanan pemimpin, terbuka terhadap kritik, dinamis, adil dalam pembagian tugas, dan tidak otoriter. Transparansi komunikasi juga penting, yakni menyampaikan informasi pekerjaan dengan jelas dan terukur waktunya," ungkap Denny pada Minggu (24/5/2026).
Denny menjelaskan, sistem penilaian yang adil, pencegahan bullying dan pelecehan, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
"Selain itu, kolaborasi perlu dibangun sebagai super team, bukan kompetisi yang tidak sehat, serta perlunya evaluasi organisasi yang dilakukan secara berkala," jelasnya.
Denny juga memaparkan, berdasarkan data riset kesehatan dasar, angka gangguan emosional di tingkat nasional mencapai 9,8 persen dan mayoritas dialami perempuan maupun laki-laki usia produktif. Sementara itu, prevalensi depresi di Jawa Barat berada pada angka 3,3 persen.
"Hasil skrining Pamong Walagri semester II tahun 2025 menunjukkan dari 17.730 ASN yang diperiksa, faktor penyakit tidak menular masih menempati posisi terbanyak. Mulai dari kurang aktivitas fisik sebesar 40,04 persen, gejala masalah kesehatan jiwa sebesar 1,37 persen, konsumsi garam berlebih sebesar 36,67 persen, obesitas IMT sebesar 38,25 persen, kurang konsumsi buah dan sayur sebesar 37,29 persen, serta hiperkolesterol sebesar 34 persen," paparnya.
Denny menerangkan, meski persentase gangguan kesehatan jiwa relatif kecil, ini tetap harus menjadi perhatian agar tercipta lingkungan kerja yang sehat, kondusif, dan bebas dari budaya toxic.
"Kami ajak ASN untuk menerapkan pola hidup sehat, di antaranya mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL), memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari selama lima hari dalam sepekan," pungkasnya. *** (adv)
Editor : JakaPermana

