Sekolah Farmasi ITB Selenggarakan Summer School 2019

Dekan Sekolah Farmasi ITB Bandung, Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc. berkesempatan membuka program Summer School di Gedung Labtek VII, Kampus ITB, Senin (29/7/2019).

Sekolah Farmasi ITB Selenggarakan Summer School 2019
Perkuliahan di Program Summer School 2019, Sekolah Farmasi ITB Bandung, Senin (29/7/2019). (Suro Prapanca)

INILAH, Bandung - Sekolah Farmasi ITB Bandung menyelenggarakan Summer School dari tanggal 29 Juli – 10 Agustus 2019. Dekan Sekolah Farmasi ITB Bandung, Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc. berkesempatan membuka program Summer School di Gedung Labtek VII, Kampus ITB, Senin (29/7/2019).

“Salah satu tujuan ITB adalah secara aktif ikut bagian dalam perkembangan global sains dan teknologi, seperti halnya terhadap seni, kemanusiaan, dan manajemen-bisnis. Termasuk Sekolah Farmasi ITB, juga ikut bagian dalam memberikan pendidikan dan edukasi untuk komunitas global,” kata Prof Daryono dalam sambutan tertulisnya.

Sekolah Farmasi ITB telah berpengalaman dalam menyelenggarakan kelas internasional. Dalam program Summer School ini, terdapat 43 peserta yang berasal dari berbagai negara. Seperti, dari Mesir, Vietnam, dan Filipina. Ditambah peserta dari mahasiswa internasional dan mahasiswa reguler dari Sekolah Farmasi ITB.

Tahun 2019 ini adalah penyelenggaraan Summer School yang tahun ketiga. Selama program ini, Sekolah Farmasi ITB mengundang dosen-dosen internasional dari University of Sydney, Uniersity of Phillippiner, Khon Khaen University, dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

“Program Summer School adalah usaha terus-menerus untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, penerapan, dan informasi. Tahun ini kami mengusung tema “The Role of Clinical Pharmacists in the Management of Chronic Diseases,” kata Kepala Program Summer School, Dr. Lia Amalia.

Selama program Summer School, para peserta mendapatkan materi-materi kuliah dari dosen-dosen internasional. Bahasa yang dipergunakan pun menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar seperti halnya kelas internasional.

“Tujuan program ini adalah untuk mengembangkan jaringan internasional untuk mempromosikan edukasi dan kerja sama penelitian di bidang farmasi, menambah pandangan peserta terhadap penerapan farmasi dan perspektif bagaimana apoteker berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat,” pungkas Dr. Lia Amalia.

Dosen internasional yang hadir di Summer School antara lain Prof. Ines Krass dari Fakultas Farmasi University of Sydney, Australia; Dr. Tipaporn Kanjanarach dari Fakultas Ilmu Farmasi, Khon Kaen University, Thailand; dan Roderick L. Salenga dari Filipina. (sur)


Editor : suroprapanca