Sekolah Rakyat Garut Bekali Siswa Keluarga Kurang Mampu dengan Literasi Digital

Sekolah Rakyat Garut membekali 75 siswa dari keluarga kurang mampu dengan literasi digital, pembelajaran TIK, koding, dan kecerdasan artifisial.

Sekolah Rakyat Garut Bekali Siswa Keluarga Kurang Mampu dengan Literasi Digital
Sejumlah siswa tingkat SMP mengikuti pelajaran TIK di Sekolah Rakyat Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/10/2026). ANTARA

INILAHKORAN.ID - Penguasaan teknologi digital menjadi salah satu bekal yang disiapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 39 Kabupaten Garut bagi para siswanya. Melalui pembelajaran berbasis laptop dan perangkat digital, sekolah ini mendorong anak-anak mengenal teknologi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan zaman.

Kepala Sekolah Rakyat 39 Kabupaten Garut, Andi Yasir Habibi, mengatakan pembelajaran digital mendapat sambutan positif dari para siswa. Mereka dinilai semakin antusias karena dapat belajar secara langsung menggunakan perangkat teknologi.

"Dalam pelajaran digital di Sekolah Rakyat ini dikenalkan terus, bahkan mereka sangat senang dengan digital tersebut," kata Andi di Sekolah Rakyat, Kecamatan Samarang, Garut, seperti dikutip dari Antara, Senin (12/10/2026).

Sekolah Rakyat Garut memiliki 75 siswa angkatan pertama, terdiri dari 25 siswa tingkat SD dan 50 siswa tingkat SMP. Seluruhnya merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu dan mereka yang sebelumnya putus sekolah, yang telah melalui proses seleksi.

Setelah berjalan selama tiga semester, sekolah tersebut terus mengembangkan pembelajaran digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan sekaligus keterampilan siswa.

"Ya, belajarnya digital, digitalisasi sudah ada di sini, semua anak itu memiliki laptop kemudian di kelas itu ada 'smart board', jadi didukung oleh media yang guru-guru pun menguasai dengan media digital," katanya.

Menurut Andi, penggunaan perangkat digital membuat proses belajar lebih menarik karena siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga berkesempatan mempraktikkannya secara langsung.

Untuk siswa tingkat SMP, sekolah menyediakan laptop bagi setiap siswa guna menunjang pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Kedua materi tersebut dilaksanakan satu kali pertemuan setiap pekan.

"Ketika melihat langsung anak-anak belajar itu 'joyfull'-nya dapat, mereka senang belajar menggunakan media digital," ujar Andi.

Guru mata pelajaran TIK Sekolah Rakyat Garut, Sarah, menjelaskan pembelajaran teknologi dilakukan secara bertahap. Siswa terlebih dahulu diperkenalkan dengan literasi digital, termasuk manfaat dan risiko penggunaan teknologi.

Menurut Sarah, sebagian siswa sebelumnya belum terbiasa mengoperasikan laptop. Kini, mereka mulai mampu menggunakan perangkat tersebut dan melanjutkan pembelajaran dasar terkait teknologi informasi.

"Harapan saya sebagai guru informatika, anak-anak bisa lebih 'advance' memahami bagaimana laptop bekerja, internet bekerja, atau bagaimana cara mereka memosisikan diri di dunia digital," katanya.

Pembelajaran tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membantu siswa memahami cara menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Antusiasme terhadap pembelajaran digital juga dirasakan Raihan, salah seorang siswa SMP Sekolah Rakyat Garut. Ia mengaku senang bisa belajar TIK menggunakan laptop, terlebih karena materi yang disampaikan guru mudah dipahami.

Sebelumnya, Raihan mengaku belum terlalu mengenal teknologi informasi. Namun, pembelajaran di sekolah membuatnya semakin tertarik untuk mendalami bidang tersebut.

"Ya, mudah-mudahan saja bisa jadi 'programmer' karena asyik belajarnya, gurunya juga saat menyampaikannya mudah dipahami," kata Raihan.

Melalui pembelajaran digital, Sekolah Rakyat Garut berupaya membuka kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan keterampilan sejak dini. Penguasaan teknologi diharapkan menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun meraih peluang kerja di masa depan.


Editor : Ahmad Sayuti