Selain 5 M, Danrem Suryakencana Imbau Warga Terapkan 1 M Untuk Mencegah Penyebaran Covid-19
Danrem 061/Suryakencana Brigjen Rudy Saladin meminta masyarakat menerapkan 5 m dan 1 m untuk mencegah penambahan Covid-19 di Kota Bogor.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Danrem 061 Suryakencana Brigjen TNI Rudy Saladin meminta masyarakat untuk menerapkan gerakan 5M untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun yang paiing penting 1 M.
Danrem Suryakencana Rudy Saladin menyebutkan, selain memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi guna menekan angka penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor. Sementara 1 M yang paling penting untuk masyarakat yaitu manut atau mentaati arahan maupun anjuran pemerintah.
"Dari saya masyarakat harus terus menerapkan 5M untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Korem 061/Suryakencana umumnya, khususnya Kota Bogor. Tetapi ada satu yang terpenting bagi saya, masyarakat mentaati 1M yaitu manut atau menurut. Jadi bisa mengikuti arahan dan anjuran pemerintah," ungkap Danrem Suryakencana Rudy Saladin kepada INILAH pada Selasa 1 Maret 2022.
Baca Juga: Pamer Mobil Mewah, Adik Vanessa Angel Justru Dihujat Netizen
Rudy Saladin melanjutkan, karena itu harus diikuti anjuran dari pemerintah setempat, maupun dari kodim serta polres setempat. Untuk angka penambahan Covid-19 Kota Bogor saat ini terdata sudah mengalami penurunan dan musim varian omnicron ini Kota Bogor mencatatkan rekor penambahan perhari yang tertinggi selama pandemi Covid-19, yaitu sampai 1.117 kasus.
"Untuk aktif untuk saat ini sudah berada diangka 400 orang. Kalau kondisi ini bisa dipertahankan, Covid-19 Kota Bogor bisa mereda. Namun begitu perlu diantisipasi dengan adanya libur yang cukup panjang, Sabtu, Minggu dan Senin kemarin, mudah-mudahan tidak ada peningkatan," terang Rudy.
Rudy memaparkan, untuk data terbaru penambahan kasus positif Covid-19 Kota Bogor pada Senin (28/2/2022) malam, sudah berada diangka 184 penambahan kasus positif Covid-19 perhari. Dengan angka kesembuhan yang tertinggi dengan jumlah 949 orang perhari, kemudian kasus aktif diangka 765 orang.
Baca Juga: Catat Jadwal SIM Keliling Bandung Selasa 1 Maret 2022
"Karena itu, masyarakat harus membatasi mobilitas dengan menikmati libur dirumah saja. Situasi belum kondusif dan Covid-19 omnicron belum punah. Kita ketahui tingkat penyebaran omnicron lebih cepat dari varian sebelumnya atau varian delta, walaupun fatality rate lebih rendah, tapi sebaiknya menghindari terpapar Covid-19," papar mantan ajudan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo ini.
Rudy menjelaskan, untuk kasus positif Covid-19 Kota Bogor varian omnicron ad akabsr baiknya, selain angka kesembuhan yang terus meningkat. Yaitu kasus kematian maish berada diangka 0 orang atau kosong.
"Mengumpulkan informasi dari wilayah lain, dalam kasus positif Covid-19 varian omnicron ini, yang meninggal memang yang memiliki komorbit atau penyakit bawaan dan lansia. Kalau masyarakat terpapar selain lansia dan komorbit, rata-rata berada dikategorikan gejala ringan," jelasnya.
Baca Juga: Jacob THE BOYZ Dikonfirmasi Positif Covid-19 Setelah Kembali ke Korea
Rudy menekankan, karena itu salah satu pencegahannya adalah dengan melakukan vaksinasi dengan booster. Kalaupun baru vaksin satu kali, segera divaksin dosis kedua.
"Kami sendiri angka vaksinasi di wilayah Korem 061/Suryakencana meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur serta Kota dan Kabupaten Sukabumi, dengan penduduk sekitar 9,3 juta orang. Vaksin dosis satu sudah menyasar 8,3 juta orang lebih, capaian vaksinasi dosis dua sudah diatas 60 persen, tapi booster angkanya masih 32,3 persen. Jadi kami geber untuk menggelar serbuan vaksinasi booster dan dosis kedua," pungkasnya.(Rizki Mauludi)
Editor : inilahkoran


