Selain Autopsi, Polisi Periksa 25 Saksi Guna Mengungkap Kematian Lina Jubaedah
Sebelum mengumumkan hasil autopsi mantan istri komedian Sule, Lina Jubaedah polisi sudah periksa 25 saksi. Di antaranya, kerabat, saksi ahli, hingga staf dan dokter di Rumah Sakit Al Islam Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Sebelum mengumumkan hasil autopsi mantan istri komedian Sule, Lina Jubaedah polisi sudah periksa 25 saksi. Di antaranya, kerabat, saksi ahli, hingga staf dan dokter di Rumah Sakit Al Islam Bandung.
Hal itu diungkapkan, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri dalam konferensi pers di Mapolrestabes Bandung, Jumat (31/1/2020).
"Seluruhnya ada 25 saksi, itu dari kerabat, saksi pelapor, saksi ahli," ucap Galih.
Selain memeriksa 25 saksi, Galih mengungkapkan pihaknya juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman mendiang Lina Jubaedah.
"Dari olah TKP penyidik mengamankan ada barang bukti salah satunya obat-obat yang dikonsumsi korban (Lina Jubaedah), kemudian ada CCTV, CPU, dan oksigen," pungkas Galih.
Perlu diketahui, teka-teki kematian mantan istri komedian Sule, Lina Jubaedah akhirnya terungkap. Lina dinyatakan meninggal dalam keadaan wajar.
Berdasarkan hasil autopsi dan pemeriksaan saksi-saksi, dapat disimpulkan Lina meninggal karena penyakit. Diketahui, Lina memiliki riwayat penyakit hipertensi akut dan luka pada lambung.
Sebelumnya, penyanyi putra komedian Sule, Rizky Febian membuat laporan ke Polrestabes Bandung terkait dugaan adanya kejanggalan atas kematian mendiang ibunya, Lina Jubaedah, Sabtu (4/1/2020).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan tersebut dilakukan karena Rizky Febian menemukan luka lebam pada jasad mendiang sang Ibunda.
Kemudian, aparat polisi akhirnya membongkar makam Lina Zubaedah pada hari kamis (9/1/2020). Autopsi ini merupakan respons dari pelaporan Rizky Febian.
Selain melakukan autopsi, Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi. Mulai dari, Suami Lina Jubaedah, Teddy Pardiana hingga Dokter dan Staf Rumah Sakit Al Islam Bandung. (Ridwan Abdul Malik)
Editor : Doni Ramdhani

