Selain Janda Bolong, 5 Tanaman Hias Ini Cocok Dipajang di Rumah
Selain Janda Bolong, berikut ini 5 tanaman hias yang memili nilai estetika yang tinggi dan cocok dipajang di rumah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Salah satu tanaman hias yang sedang tren saat ini ialah Monstera Adansonii Variegated atau di Indonesia dikenal dengan nama Janda Bolong/Janbol.
Maraknya yang mencari tanaman hias ini, menjadikan harganya melambung tinggi dan sulit untuk didapatkan.
Salah satu keunikan dari janda bolong ini karena daunnya yang memiliki lubang-lubang dan hal itu menjadi nilai estetikanya tersendiri.
Selain janda bolong, ada beberapa tanaman hias yang juga memiliki nilai estetika yang tiada matinya dan cocok untuk dibudidaya di rumah.
Dilansir dari Klik Hijau, berikut 5 tanaman hias yang bisa menjadi referensi Anda menghias rumah.
1. Aglaonema
Aglaonema atau aglonema, merupakan tanaman hias dengan banyak jenis yang saat ini paling laris manis. Tak seperti jenis lain yang begitu eksklusif dan hanya bisa dijumpai di tempat tertentu, aglo dapat dijumpai di mana-mana.
Daya tarik jenis ini terutama ada pada daunnya, sehingga ia dijuluki “sang ratu daun”. Aglo sangat cocok ditaruh di teras rumah dengan warna-warni daun yang menawan.
Selain tampilannya yang indah, aglo juga dipercaya sebagai tanaman pembawa keberuntungan. Sebagaimana namanya, aglaonema, yang dalam bahasa Yunani artinya pembawa energi atau keberuntungan.
2. Anthurium
Nama Anthurium memang sangat populer di kalangan pencinta tanaman hias saat ini. Bukan tanpa alasan, jenis ini memang menawarkan sejuta pesona yang tak dijumpai pada jenis lainnya.
Anthurium adalah tanaman hias dari keluarga Araceae. Jenis ini sebetulnya masih berkerabat dekat dengan tanaman hias populer lainnya seperti philodendron, keladi hias dan alokasia.
Daya tarik utama dari jenis satu ini adalah corak daunnya yang tegas berkarakter memancarkan keindahan istimewa. Daunnya berwarna hijau tua dan berbalut dengan tulang daun besar dan menonjol tajam.
Baca Juga: 3 Novel Ini Bikin Kamu Larut dalam Imajinasi, Pasti Bikin Penasaran!
Perawakannya tampak kekar bersahaja yang terlihat semakin anggun tatkala dewasa. Konon, tanaman hias satu ini banyak dijadikan hiasan di dalam istana raja-raja di Jawa dahulu. Dijadikan tanaman ekslusif yang identik dengan kelas sosial tinggi.
3. Euphorbia
Bunga Euphorbia merupakan tumbuhan semak dan tegak di atas tanah, yang tingginya dapat mencapai 40–180 cm. Euphorbia berkerabat dekat dengan kastuba, sehingga Euphorbia juga adalah jenis tanaman yang peka terhadap cahaya pada malam hari. Adanya cahaya malam hari menjadikan tanaman ini tidak mau berbunga, tetapi akan mempercepat atau memacu tumbuhnya tunas samping.
Umumnya tanaman ini ditanam sebagai tanaman hias dalam pot, pekarangan dan taman-taman. Berdasarkan tulisan Budidaya Tanaman Euphorbia milii (2010), beberapa dibuat sebagai tanaman pagar dan dapat ditemukan di dataran rendah sampai ketinggian 2.300 m di atas permukaan laut.
Dalam buku karya Purwanto yang bertajuk Euphorbia Tampil Prima dan Semarak Berbunga (2006), Euphorbia berasal dari daerah Madagaskar dan kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.
Euphorbia berasal dari nama Euphorbus, seorang dokter dari Mauritania, Afrika Utara, yang telah berjasa pada rajanya. Meskipun demikian, beberapa spesies diakui merupakan tanaman asli daerah lain. Misalnya Euphorbia characias subsp. Wulfenii dari Portugal, Euphorbia griffithii dari Himalaya, dan Euphorbia marganita dari Amerika Utara.
4. Adenium
Adenium juga memiliki keunikan dan nilai estetikanya. Kekhasan dari jenis ini adalah bentuknya yang klasikal dan dapat ditata menyerupai bongsai. Adenium sering pula disebut pohon Kamboja Jepang. Tanaman ini memiliki karakter khas antara lain: Batang pohon tidak berkambium, batangnya lunak dan bunganya intens keluar.
Selain itu, batangnya bisa berbonggol seperti tumbuh di alam liar, akarnya membentuk umbi dan dapat dikreasikan menjadi bentuk bentuk unik. Bahkan seluruh pohonnya dari batang, cabang, ranting sampai akar berpotensi menjadi satu kesatuan karakter sesuai dengan imajinasi sang kreator.
Pohon ini dikenal juga sebagai si Mawar Gurun (Desert rose) berasal dari daerah Aden di Yaman, habitat asalnya adalah Gurun Pasir. Sehingga jika di lingkungan sekitar terdapat pohon ini, serasa telah menghadirkan suasana Gurun Pasir yang menjadi segar.
Baca Juga: Tanaman Hias Punya Potensi Besar, Kopi dan Teh pun Kalah
5. Caladium
Caladium, kini juga sedang naik daun bahkan digadang-gadang akan melesat melampaui aglaonema. Tanaman ini dikenal luas sebagai tanaman hias dengan warna-warni daunnya yang mempesona.
Di Indonesia, tanaman ini lebih familiar dinamai keladi. Caladium banyak diburu para kolektor bunga karena pesona warna daunnya. Caladium menaruh corak otentik dan keindahan pada daunnya.
Tanaman ini yang merupakan rumpun keladi ini memiliki nilai klasikal yang tinggi. Secara historis, hibrida pertama diperkenalkan di Amerika Serikat pada tahun 1867. Lalu pada tahun 1910, Dr. Nehrling dari Orlando, Amerika Serikat telah mempunyai 2.000 varietas.
Caladium dari hasil hibrida yang terus berkembang pada tumbuhan ini telah melahirkan varian-varian memukau yang semakin menaikkan pamornya di pasaran. Tak hanya di Indonesia, tanaman satu ini sudah menyebar dan semakin tersohor di seluruh penjuru dunia.
Bahkan di dua negara yakni Thailand dan Florida adalah tempat yang dikenal sebagai penghasil Caladium baru. Boleh jadi, ini satu alasan paling kuat mengapa jenis ini bakal fenomenal di masa-masa mendatang—varietas baru dari hasil persilangannya mendunia.***
Editor : inilahkoran


