Selama Libur Sekolah, Disparbud KBB Catat Adanya Peningkatan Kunjungan Wisatawan Hingga 10 Persen

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan hingga 10 persen selama musim libur sekolah.

Selama Libur Sekolah, Disparbud KBB Catat Adanya Peningkatan Kunjungan Wisatawan Hingga 10 Persen
Objek wisata yang paling banyak dikunjungi didominasi saat libur sekolah yakni di daerah sekitar Lembang, KBB. Secara keseluruhan, angka kunjungan wisatawan itu tercatat sebanyak 92.399 wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bandung Barat selama periode 8-14 Juli 2024. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan hingga 10 persen selama musim libur sekolah.

Objek wisata yang paling banyak dikunjungi didominasi saat libur sekolah yakni di daerah sekitar Lembang, KBB. Secara keseluruhan, angka kunjungan wisatawan itu tercatat sebanyak 92.399 wisatawan yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bandung Barat selama periode 8-14 Juli 2024.

"Angka kunjungan wisatawan sebanyak 92.399 itu hanya data dari 10 destinasi wisata yang tersebar di Bandung Barat pada musim libur sekolah. Sebenarnya wisatawan yang liburan sekolah ke KBB bisa lebih banyak," kata kata Kepala Bidang Pariwisata pada Disparbud KBB, David Oot, Kamis 18 Juli 2024.

"Tapi hanya dari 10 destinasi saja kenaikannya mencapai 10 persen," sambungnya.

David menyebut, jumlah kunjungan wisatawan tersebut hanya dihitung sejak 8-14 Juli 2024. Namun, bila melihat data yang ada bahwa tingkat kunjungan selama momen libur sekolah itu tetap tinggi.

"Pada periode itu kunjungan wisatawan tertinggi terjadi pada 13 Juli 2024 dengan jumlah wisatawan sebanyak 17.182 orang," sebutnya.

David menilai, Lembang dan sekitarnya masih menjadi tujuan wisata favorit. Terlebih bagi wisata yang berasal dari luar KBB, seperti Jabodetabek, bahkan hingga ke luar Jawa Barat.

"KBB itu memiliki destinasi yang memesona, juga kita juga menjual kesejukan atmosfer yang membikin wisatawan betah untuk berlama-lama tinggal," ujarnya.

Selain dianugerahi keindahan alam dan kesejukan udaranya, sambung David, para pengelola destinasi wisata di KBB juga terus berinovasi dan kerap menyuguhkan berbagai macam atraksi yang menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang.

"Jadi orang yang berwisata ke KBB, khususnya Lembang dan sekitarnya tidak hanya sekali datang. Tapi bisa kembali datang," ujarnya.

Meski selama libur sekolah tingkat kunjungan wisatawan mengalami kenaikan, namun para pengelola destinasi wisata menyampaikan keluhan terkait aksesibilitas.

Para pengelola destinasi wisata mengakui kemacetan ikut menghambat kunjungan. Banyak wisatawan membatalkan kunjungan akibat diperjalanan terjebak kemacetan.

"Mereka (pengelola wisata) mengeluhkan kerap macetnya di Lembang. Banyak wisatawan, termasuk rombongan bus pariwisata membatalkan kunjungan," ujarnya.

"Wisatawan tidak melanjutkan wisatanya karena waktunya habis di jalan, sementara mereka harus kembali atau mengikuti agenda lain," sambungnya.

Di KBB, sambung David, terdapat 162 daya tarik wisata (DTW) yang terdiri dari 73 wisata alam, 19 wisata budaya, dan 70 wisata buatan.

"Itu DTW yang tercatat/terdata di Disparbud KBB. Sebenarnya masih banyak DTW yang belum tercatat dikategorikan berupa potensi DTW karena belum adanya DMO atau sarana prasarana penunjang bahkan belum ada pengelolanya," paparnya.

"Tentunya jika ditotal, kunjungan wisatawan ke KBB selama libur sekolah jauh lebih banyak," sambungnya.


Editor : Doni Ramdhani