INILAH, Bandung-Seleksi Direksi Bank BJB memasuki tahap akhir. Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) bank tersebut telah melakukan penjaringan sehingga muncul sebanyak 25 nama calon yang akan menempati posisi itu.
Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Eddy Nasution mengatakan, bahwa 25 nama tersebut akan kembali diseleksi oleh Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil. Selanjutnya, akan diserahkan kepada ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 25 Maret mendatang guna menjalani uji kelayakan dan kepatutan.
"Kalau Pak Gub sudah dapat nama itu, nanti akan dikirim ke KRN untuk dikirim ke OJK untuk di-fit and proper," ujar Eddy di Bandung, Rabu (20/3)
Dia katakan, setelah itu nasib kandidat yang lolos tes akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS LB) pada 30 April mendatang.
Saat disinggung siapa saja nama dari 25 kandidat tersebut, Eddy masih belum dapat membeberkan. Terlebih, nama-nama yang akan diseleksi sebelum dikirim ke OJK ini masih bisa berubah termasuk dari luar calon yang saat ini sudah dikantongi Emil -sapaan karib Ridwan Kamil-.
Namun, dia sampaikan, dari 25 calon direksi tersebut akan dikerucutkan kembali menjadi sekitar delapan nama. "Kemungkinan delapan atau tergantung nanti Pak Gub mau ganti enggak di dalam lagi yang lain. Kan enggak tahu," kata dia.
Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan, lanjut Eddy, OJK akan menguji dua kandidat untuk masing-masing posisi direksi Bank BJB. "Tapi kata OJK, satu (kandidat) pun cukup, ada aturan baru," katanya.
Dia menambahkan, saat ini terdapat beberapa posisi direksi yang kosong di Bank BJB. Salah satunya direktur komersial dan UMKM yang terakhir diisi almarhum Agus Gunawan.
Selain itu, Eddy sampaikan, ada wacana mantan Wali Kota Bandung tersebut melakukan penambahan posisi direksi baru. Yaitu, khusus menangani sistem informasi dan teknologi (SIT) perbankan.
"Pak Gub mewacanakan nambah satu direktur IT. Karena tanpa IT, bank ini ketinggalan. Jadi Pak Gub antisipasi," katanya.
Disinggung kualitas SIT Bank BJB yang belum maksimal sehingga menjadi alasan Emil menambah posisi direksi tersebut, Eddy tidak membantahnya. "Saya tidak mengatakan itu, tapi real-nya sebagian begitu," katanya.