Selokan Kering di Argasari Timbulkan Bau Tak Sedap, Nyamuk, hingga Ganggu Air Sumur

Musim kemarau tidak hanya memicu kekeringan lahan pertanian dan berkurangnya sumber air, tetapi juga menimbulkan persoalan lingkungan di kawasan permukiman. 

Selokan Kering di Argasari Timbulkan Bau Tak Sedap, Nyamuk, hingga Ganggu Air Sumur
Kondisi selokan kering di Argasari yang dikeluhkan warga menimbulkan bau menyengat. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Musim kemarau tidak hanya memicu kekeringan lahan pertanian dan berkurangnya sumber air, tetapi juga menimbulkan persoalan lingkungan di kawasan permukiman. 

Seperti yang terjadi di Jalan Bantar RW 05, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, dimana selokan yang mengering memicu bau tidak sedap, penumpukan sampah, hingga berdampak pada kualitas air sumur warga.

Kondisi selokan di Jalan Bantar RW 05, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya telah mengering selama sekitar dua pekan akibat musim kemarau.

Akibat tidak adanya aliran air, sampah yang biasanya terbawa arus kini menumpuk di dasar selokan. Kondisi tersebut memunculkan bau menyengat dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Warga setempat, Murjito, mengatakan selokan yang kering menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat sekitar.

"Selokan sudah dua minggu kering, enggak ada airnya. Dampaknya bau, banyak nyamuk, jadi banyak sampah," ujar Murjito, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, saat debit air normal, sampah yang berada di selokan umumnya akan terbawa arus sehingga tidak menumpuk di satu lokasi.

"Pas kering saja. Kalau lagi ada airnya kan sampah-sampahnya mengalir ikut air," katanya.

Tak hanya itu, Murjito mengaku kondisi tersebut juga diduga memengaruhi kualitas air sumur resapan yang berada di dekat sungai. Air sumur menjadi berbau dan sempat menyebabkan keluhan gatal pada warga.

"Pernah gatal, air sumur sesapan dekat sungai terdampak jadi ikut bau," ucapnya.

Murjito berharap ada penanganan yang lebih berkelanjutan agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.


Editor : Doni Ramdhani