Sempat Bermasalah, Sport Hall Ciateul Garut Akhirnya Diresmikan
Sempat bermasalah pada awal pengerjaannya, Bupati Garut Rudy Gunawan akhirnya meresmikan penggunaan gedung Sport Hall di kawasan sarana olah raga Ciateul Jalan Suherman Tarogong Kidul Garut yang pembangunannya selesai pada 2019, Selasa (18/2/2020).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut- Sempat bermasalah pada awal pengerjaannya, Bupati Garut Rudy Gunawan akhirnya meresmikan penggunaan gedung Sport Hall di kawasan sarana olah raga Ciateul Jalan Suherman Tarogong Kidul Garut yang pembangunannya selesai pada 2019, Selasa (18/2/2020).
Pembangunan Sport Hall tersebut menghabiskan total anggaran sebesar Rp16 miliar. Pada 2016, pembangunannya dilakukan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menghabiskan sebesar Rp4,8 miliar. Selanjutnya, pembangunan dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebesar Rp5,3 miliar pada 2017, dan Rp5,8 miliar pada 2019.
Luas bangunan Sport Hall mencapai 2.640 meter persegi diperuntukkan bagi jenis cabang olahraga bola voli, bola basket, bulu tangkis, dan futsal. Kapasitas gedung mampu menampung sebanyak 930 kursi, dan masih bisa ditambah sampai 1.500 kursi/penonton.
Ihwal pembangunannya sempat bermasalah itu disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan sendiri.
Dia menuturkan, alokasi anggaran untuk pembangunan Sport Hall pada 2016 sebesar Rp16 miliar itu ternyata hanya berjalan sebesar 25% karena ada masalah. Begitupun dengan pembangunannya pada 2018, bermasalah. Sehingga dirinya marah, dan beberapa kali meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengauditnya.
“Hasil audit waktu itu, ditemukan kerugian negara Rp700 juta namun sudah dikembalikan. Akan tetapi pada tahun 2018, lagi-lagi pembangunan tidak beres, dan baru pada akhir tahun 2019, Sport Hall Garut selesai dibangun,” kata Rudy.
Rudy mengklaim pembangunan Sport Hall yang sekarang dinyatakan BPK RI tak bermasalah. Sehingga pembangunannya pada 2019 itu hanya finishing. Kekurangan pembangunan Sport Hall hanya terjadi pada tahap awal.
Namun begitu, lanjut Rudy, Sport Hall masih memiliki kekurangan penerangan karena terbatasnya anggaran. Sehingga untuk sementara, penerangannya menggunakan genset. Sedangkan ke depannya, direncanakan dibuatkan gardu PLN sendiri.
“Untuk pemeliharaan hasil pembangunan ini, nanti melalui BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) karena anggarannya relatif besar, mencapai Rp2 miliar per bulan. Pemeliharaan Sport Hall akan dilakukan oleh professional, sebab nanti akan dimanfaatkan untuk beberapa cabang olahraga,” ujar Rudy.
Di lantai dasar terdapat fasilitas berupa 12 pos satpam, drop out, lobby, ruang tunggu VIP kantor pengelola, 24 toilet baik untuk umum maupun disable, ruang piket, ruang mekanikal elektrikal, gudang, mushola, ruang ganti pemain, kamar mandi dan toilet, ruang official, pers room, ruang doping, dan dan ruang kesehatan. Di lantai dua terdapat ruang VIP, ruang mekanikal elektrikal, gudang, tribun VIP, dan tribun. (rianto nurdiansyah)
Editor : Bsafaat


