Sempat Digadang-gadang Saingi Wisata Lembang, Situ Ciburuy Tak Seramai yang Diharapkan

Situ Ciburuy yang terletak di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dahulu menjadi primadona pariwisata dan sumber kehidupan warga.

Sempat Digadang-gadang Saingi Wisata Lembang, Situ Ciburuy Tak Seramai yang Diharapkan

INILAHKORAN, Ngamprah - situ ciburuy yang terletak di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dahulu menjadi primadona pariwisata dan sumber kehidupan warga.

Namun, kini kondisinya memprihatinkan lantaran sepinya pengunjung. Apalagi, para pelaku wisata di sana kian dihantui dengan rencana pemerintah yang bakal melakukan penertiban bangunan liar.

Danau peninggalan Hindia-Belanda ini dulunya menjadi andalan warga sekitar sebagai sumber pengairan pertanian, perikanan, hingga tempat rekreasi murah meriah. Bahkan, Situ Ciburuy menjadi tempat latihan dayung bagi atlet Bandung Barat.

Atas inisiasi Gubernur Ridwan Kamil, pada tahun 2019, Situ Ciburuy mendapat suntikan dana revitalisasi sebesar Rp32 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat.

Tahun 2022, revitalisasi situ itu rampung dilakukan, dan secara langsung diresmikan Ridwan Kamil. Situ Ciburuy sempat digadang-gadang mampu menyaingi popularitas objek wisata di Lembang. Sayangnya, harapan tak sesuai kenyataan lantaran Situ Ciburuy tak seramai yang diharapkan.

Seorang pelaku jasa perahu wisata, Kiki (62) mengakui Situ Ciburuy hanya ramai saat akhir pekan, itu pun tak seramai sebelum pandemi Covid-19.

Pria paruh baya itu menilai konsep penataan yang kurang jelas menjadi penyebab sepinya pengunjung. Bale-bale yang dibangun justru membelakangi warung, sehingga kurang menarik bagi pengunjung. Bahkan, Kiki juga mengeluhkan kurangnya fasilitas penunjang lainnya.

"Ramai paling di hari Sabtu sama Minggu, itu juga masih jauh kalau dibanding sebelum Covid-19," kata Kiki, Jumat 19 September 2025.

Kini, Kiki hanya mengandalkan warung untuk mendapatkan penghasilan. Perahunya terparkir tanpa ada yang menyewa. Dirinya pun khawatir dengan rencana penertiban warung di kawasan Situ Ciburuy.

"Perahu mulai dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, tapi jarang sekali yang sewa itu juga. Kalau akhir pekan paling satu, sudah lumayan," ucapnya.

"Ya sekarang dagang, tapi kan mau dibongkar juga warungnya, bingung nanti kerja apalagi," keluhnya.

Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah berharap pemerintah desa dilibatkan dalam pengelolaan aset Situ Ciburuy. Pasalnya, selama ini pengelolaan masih dipegang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

"Ya kami dari pemerintah desa, minta kebijaksanaannya supaya bisa dilibatkan dalam pengelolaan aset. Supaya wisata bisa kita dongkrak, kasihan yang mengandalkan hidup dari wisata di sini," ujar Firmansyah.

Diketahui, Pemprov Jabar melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) berupaya melakukan penataan kawasan Situ Ciburuy. Penertiban bangunan liar itu diklaim menjadi langkah awal yang dilakukan pada Kamis 18 September 2025 siang.

"Kita lakukan penataan kawasan, untuk mengembalikan ke fungsinya. Kita siapkan anggaran sekitar Rp13 miliar," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Situ Ciburuy pada UPTD Dinas SDA, Wilayah Sungai Citarum, Ninda Agustina.

Ninda menyebut, penertiban tersebut bertujuan mengembalikan luas kawasan Situ Ciburuy yang menyusut akibat bangunan liar. Saat ini, luas Situ Ciburuy tak lebih dari 15 hektare.

"Luasan area Situ Ciburuy itu dikembalikan ke 25 hektar, itu juga secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Untuk tahap pertama ini ada di area situ 2, yakni hulunya dulu kita tertibkan untuk memberi batasan," jelasnya.

"Inilah batas situ yang tidak boleh diganggu gugat oleh masyarakat. Jadi sebetulnya dari 25 hektar menciut jadi 15 hektar dan kita usahakan kembalikan," paparnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti