232 KK Terdampak Revitalisasi Situ Ciburuy Terima Bantuan Tahap Kedua

Proses revitalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki babak baru dengan pencairan bantuan tahap kedua.

232 KK Terdampak Revitalisasi Situ Ciburuy Terima Bantuan Tahap Kedua
Ratusan warga terdampak revitalisasi Situ Ciburuy KBB tercatat sebagai penerima manfaat. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Proses revitalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memasuki babak baru dengan pencairan bantuan tahap kedua.

Sebanyak 232 kepala keluarga (KK) yang memiliki bangunan di kawasan revitalisasi Situ Ciburuy tersebut resmi tercatat sebagai penerima manfaat setelah proses pembukaan rekening selesai dilaksanakan.

Kepala Desa Ciburuy Firmansyah menjelaskan, jumlah KK yang terdampak revitalisasi Situ Ciburuy tersebut merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang sebelumnya menyasar 58 KK.

"Jadi berbeda dengan tahap awal, bantuan kali ini mencakup berbagai jenis aset yang dimiliki warga, tidak hanya terbatas pada bangunan tempat tinggal, tetapi juga mencakup lahan pertanian, kebun, warung usaha, hingga kandang ternak," kata Firmansyah saat dihubungi, Sabtu (25/4/2026).

Dari total 232 KK tersebut, tercatat 10 di antaranya rumah tinggal permanen. Sedangkan, sisanya berupa bangunan penunjang ekonomi dan lahan produktif.

“Alhamdulillah kemarin sudah terealisasi pembuatan buku rekening untuk warga masyarakat yang memiliki bangunan di sepadan Situ Ciburuy," sebutnya.

"Totalnya 232 KK, terdiri dari 10 rumah dan 212 lainnya itu berbeda-beda, mulai dari warung, sawah, kebun, termasuk bangunan lain dan kandang ternak,” ungkapnya.

Firmansyah menyebut, dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sangat besar dalam realisasi program ini.

“Alhamdulillah mungkin berkat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, masyarakat yang tinggal di lokasi revitalisasi ini bisa mendapatkan haknya dengan baik,” katanya.

Kendati begitu, Firmansyah mengakui tetdapat pengecualian khusus untuk bangunan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dalam penataan ini, seperti sekolah dan madrasah.

Menurutnya, pihak pelaksana memutuskan tidak menyentuh bangunan tersebut mengingat fungsinya yang masih sangat vital dan aktif digunakan oleh masyarakat luas sehari-hari.

“Untuk fasos dan fasum dikecualikan, karena sekolah dan madrasah masih dipakai, jadi tidak mungkin dirapikan ataupun dibongkar,” tegasnya.

Disinggung terkait rencana relokasi warga ke lokasi baru, Firmansyah mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan atau jadwal pasti dari pemerintah pusat maupun daerah.

Meski begitu, ia mengklaim, terealisasinya bantuan tahap kedua ini dianggap sebagai sinyal positif bahwa proses penataan kawasan Situ Ciburuy terus berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

“Untuk wacana relokasi kami belum mendapat informasi lebih lanjut. Tapi ini bagian dari komitmen, tahap kedua sudah direalisasikan,” sebutnya.


Editor : Doni Ramdhani