Pemprov Jabar Revitalisasi 22 Hektare Kebun Teh di Ciater dan Pangalengan
Pemprov Jabar terus mengakselerasi program pemulihan kawasan perkebunan teh di Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar terus mengakselerasi program pemulihan kawasan perkebunan teh di Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung.
Hingga Agustus 2026, total 22 hektare lahan teh di Ciater dan Pangalengan telah direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan, yang sebelumnya beralih menjadi bangunan liar dan lahan pertanian sayuran.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Jabar dalam menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi risiko bencana alam, sekaligus memperbaiki estetika kawasan perkebunan di wilayah pegunungan.
Kepala Dinas Perkebunan Jabar Gandjar Yudniarsa mengatakan, revitalisasi di kawasan Ciater, Kabupaten Subang, dilakukan di tiga desa yakni Desa Ciater, Cisaat, dan Tambakan.
Di Desa Ciater, revitalisasi telah mencakup lahan seluas 2 hektare dengan penanaman 15.200 pohon teh. Sementara di Desa Cisaat, penanaman dilakukan pada lahan 3 hektare dengan total 25.000 pohon teh.
Adapun di Desa Tambakan, revitalisasi dilakukan pada lahan seluas 1 hektare dengan 10.000 pohon teh yang telah ditanam.
Secara keseluruhan, luas kebun teh yang berhasil dipulihkan di tiga desa tersebut mencapai 6 hektare dengan total 50.200 pohon teh.
Sementara itu, capaian revitalisasi di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, jauh lebih luas. Pemprov Jabar telah memulihkan 16 hektare perkebunan teh dengan jumlah tanaman yang ditanam mencapai 198.000 pohon.
"Perkebunan teh yang direvitalisasi di Pangalengan lebih luas lagi mencapai 16 hektare. Jumlah pohon teh telah ditanam mencapai 198.000 pohon," kata Gandjar, Minggu (30/8/2026).
Program yang digagas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar perkebunan sebagai tenaga kerja. Selain warga lokal, sejumlah pensiunan karyawan PTPN turut dilibatkan dalam proses penanaman dan pemeliharaan tanaman teh.
Menurut Gandjar, hingga saat ini terdapat 96 pekerja yang terlibat dalam kegiatan revitalisasi kebun teh di kedua wilayah tersebut.
Pemprov Jabar menargetkan program pemulihan kawasan teh terus berlanjut. Di Ciater, target revitalisasi ditetapkan mencapai 12 hektare, sedangkan di Pangalengan ditargetkan mencapai 24 hektare.
Program ini telah berjalan sejak akhir 2025. Penanaman perdana dilakukan di Ciater pada November 2025, kemudian dilanjutkan di Pangalengan pada Desember 2025 sebagai bagian dari upaya jangka panjang menjaga fungsi kawasan perkebunan teh di Jabar.
Editor : Doni Ramdhani

