JPO Jalan Soekarno-Hatta Bandung Segera Dilelang, PJU Kini Sudah Menyala
Pemprov Jabar memastikan PJU Jalan Soekarno-Hatta Bandung sudah menyala. Pembangunan JPO segera dilelang untuk meningkatkan keselamatan penyeberang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan, penanganan keselamatan pengguna Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, mulai dilakukan.
Selain penerangan jalan umum (PJU) yang kini sudah menyala, pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) juga disiapkan sebagai solusi permanen bagi warga, terutama pelajar.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, persoalan penerangan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta telah ditangani. Sementara pembangunan JPO ditargetkan segera memasuki tahap lelang pekerjaan.
"Kami sampaikan bahwa, PJU di Jalan Soekarno-Hatta sudah menyala. Jembatan Penyeberangan Orangnya (JPO), semoga dalam waktu tidak terlalu lama bisa dilelang pekerjaannya," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (30/8/2026).
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Adi Komar mengatakan, penentuan lokasi JPO akan mengacu pada kajian Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) serta Dinas Perhubungan (Dishub).
"Untuk penyeberangan orang, saya masih menunggu informasi dari Bina Marga. Namun yang pasti dari ruas Jalan Soekarno-Hatta, sepanjang ruas itu akan ditentukan titik-titiknya sesuai dengan analisa dan kajian dari Bina Marga dan Dishub," ujar Adi.
Menurut Adi, kawasan sekolah dan perkantoran berpotensi menjadi titik prioritas. Tingginya aktivitas masyarakat di dua kawasan tersebut membuat kebutuhan fasilitas penyeberangan dinilai lebih mendesak.
"Terutama dari Dishub karena kan itu ada ketentuannya, apa saja dan lokasinya di mana saja yang dibangun JPO untuk memfasilitasi para penyeberang, misalkan di dekat area persekolahan, perkantoran," ucapnya.
Namun, pembangunan JPO masih membutuhkan sejumlah tahapan. Pemprov Jabar tengah membahas desain konstruksi dan skema pelaksanaan pembangunan.
Koordinasi dengan pemerintah pusat juga menjadi bagian penting, karena Jalan Soekarno-Hatta merupakan ruas jalan yang pengelolaannya melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum.
"Untuk konstruksi JPO-nya sedang dalam pembahasan. Skemanya masih dibahas karena ini akan ada beberapa komunikasi dengan pusat, dengan pengelola Jalan Soekarno-Hatta yang dikelola oleh Kementerian PU," katanya.
Sembari menyiapkan solusi permanen, pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah cepat untuk menekan risiko kecelakaan di ruas tersebut.
Dishub Jabar bersama Dishub Kota Bandung memasang marka Zona Selamat Sekolah, warning light, serta rambu lalu lintas. Penambahan personel juga dilakukan untuk membantu mengatur penyeberangan pelajar pada jam masuk dan pulang sekolah.
"Langkah-langkah yang urgent untuk menangani hal-hal tadi (kecelakaan) sudah dilakukan, tadi penambahan personel, pemasangan marka jalan, rambu-rambu, dan yang selanjutnya jembatan penyeberangan sedang dalam pembahasan," ungkapnya.
Adi menegaskan, persoalan keselamatan di Jalan Soekarno-Hatta tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja. Pemprov Jabar pun berkoordinasi dengan Pemkot Bandung, Dishub, DBMPR, hingga kepolisian.
Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan penyeberang jalan terpenuhi sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas di salah satu ruas jalan utama Kota Bandung.
Editor : Ahmad Sayuti

