Ekskavator Nyaris Terkubur Lumpur saat Normalisasi Situ Ciburuy Bikin Warga Khawatir
Sebuah ekskavator yang tengah melakukan normalisasi Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), nyaris terkubur lumpur. Insiden ini terjadi saat ekskavator tersebut melakukan pengerukan lumpur di Situ 2 Ciburuy.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Sebuah ekskavator yang tengah melakukan normalisasi situ ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), nyaris terkubur lumpur. Insiden ini terjadi saat ekskavator tersebut melakukan pengerukan lumpur di Situ 2 Ciburuy.
"Ekskavator ambles ini sudah seminggu, kejadian hari Minggu lalu, 28 September 2025," kata Ketua RW 13, Desa Ciburuy, Ahmad Kusnadi, di lokasi kejadian, Senin 6 Oktober 2025.
Ahmad Kusnadi menjelaskan bahwa ekskavator tersebut melakukan pengerukan di atas tanah yang tidak padat dan berlumpur. Akibatnya, tanah tidak mampu menahan berat ekskavator, sehingga menyebabkan ambles.
"Ekskavatornya karena berat, di sini kan tanahnya tidak padat, berlumpur," ujarnya.
Evakuasi Terkendala Lokasi Sempit dan Dekat Rumah Warga
Petugas mengalami kesulitan untuk melakukan evakuasi ekskavator yang hampir terkubur lumpur tersebut. Tanah di sekitar lokasi dinilai tidak padat dan dikhawatirkan akan memicu ambles susulan. Selain itu, lokasi kejadian berada di area sempit dan berdekatan dengan rumah warga setempat.
"Kemarin sempat mau diangkat pakai ekskavator lagi, tapi ini kan jalannya deket banget sama rumah warga, jadi pada takut ambles," ujar Ahmad Kusnadi.
Warga Khawatir Rumahnya Terdampak Evakuasi
Saripah, seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian, turut mengkonfirmasi peristiwa amblesnya ekskavator tersebut. Menurutnya, upaya evakuasi dengan mengerahkan ekskavator lain terkendala jalan yang sempit dan berdekatan dengan rumah warga.
Saripah mengaku sangat khawatir jika evakuasi tetap dipaksakan akan berdampak pada rumahnya yang berjarak sekitar 4 meter dari ekskavator yang ambles.
"Itu kejadian hari Minggu. Ini kan sudah longsor (tanah depan rumah Saripah), jadi sama warga mau diamanin dulu, takutnya hujan, longsor nanti rumah saya roboh. (Evakuasi pakai ekskavator) Iya takut, takut runtuh (rumah saya)," kata Saripah.***
Editor : JakaPermana


