Dadang: Normalisasi Sungai Cisunggalah Solusi Utama Penanganan Banjir Majalaya
Bencana banjir Majalaya yang menyebabkan 310 orang yang terdampak itu akibat jebolnya tanggul aliran Sungai Cisunggalah sepanjang 12 meter dan tinggi 3 meter ya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Bupati Bandung Dadang Supriatna meninjau lokasi banjir bandang disertai endapan lumpur di Kampung Bojong Keusik RT 01/01 Desa Bojong Kecamatan Majalaya.
Bencana banjir Majalaya yang menyebabkan 310 orang yang terdampak itu akibat jebolnya tanggul aliran Sungai Cisunggalah sepanjang 12 meter dan tinggi 3 meter yang menyatu dengan tembok rumah.
Dadang mengatakan, kejadian banjir di Majalaya itu mengakibatkan tiga RT terdampak dengan jumlah warga sekitar 310 orang.
“Ada tujuh rumah yang mengalami kerusakan parah, sementara rumah lainnya masih dalam tahap pembersihan,” kata Dadang, Jumat 13 Februari 2026.
Menurutnya, normalisasi Sungai Cisunggalah menjadi solusi utama sebagai langkah penanganan pasca banjir Majalaya tersebut.
Untuk itu, dia meminta kepada Kepala Desa Bojong segera mengembalikan lebar Sungai Cisunggalah seperti semula, yakni lebarnya delapan meter.
“Sungai harus dikembalikan ke lebar awalnya, delapan meter. Ini penting agar aliran air kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Dadang menyebutkan, pemerintahan desa untuk berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk merealisasikan normalisasi Sungai Cisunggalah tersebut. Yaitu, untuk berkoordinasi dengan Camat Majalaya, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan pihak terkait lainnya.
"Pemerintah Kabupaten Bandung juga akan memberikan bantuan rehabilitasi terhadap delapan unit rumah yang terdampak, baik kategori rusak berat, sedang, maupun ringan," katanya.
Untuk rumah yang posisinya terlalu dekat dengan bantaran sungai, kata dia, warga akan dievakuasi sementara dan diberikan bantuan biaya kontrak rumah selama proses perbaikan berlangsung.
“Kita lakukan bertahap agar perbaikan bisa maksimal, baik oleh pihak pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya,” katanya.
Pasca banjir bandang tersebut, Dadang menegaskan, untuk dilakukan mitigasi bencana dan pentingnya kesadaran warga. Ia juga menekankan pentingnya mitigasi bencana agar peristiwa serupa tidak terulang.
Dadang juga mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai agar lebih waspada.
Selain Desa Bojong, dia meminta desa-desa lain di wilayah Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah jika menemukan penyempitan atau perubahan fungsi sungai.
“Fungsi sungai harus dikembalikan sebagai aliran air yang efektif. Jangan sampai ada penyempitan yang memicu banjir,” ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani


