Warga Terdampak Penertiban di Situ Ciburuy Tagih Hunian Permanen yang Dijanjikan Dedi Mulyadi

Cahyani Mulya Dewi (30), salah satu warga terdampak penertiban bangunan di kawasan wisata Situ Ciburuy, KBB mulai ditertibkan Pemprov Jabar sejak Kamis 18 September 2025.

Warga Terdampak Penertiban di Situ Ciburuy Tagih Hunian Permanen yang Dijanjikan Dedi Mulyadi
Penataan Situ Ciburuy tersebut sempat menuai protes warga terdampak penertiban. Mereka meminta ganti rugi dan waktu tambahan untuk pindah, meskipun mereka memahami lahan itu milik negara. Harapannya, pemerintah dapat memberikan fasilitasi relokasi seperti yang dijanjikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Cahyani Mulya Dewi (30), salah satu warga terdampak penertiban bangunan di kawasan wisata Situ Ciburuy, KBB mulai ditertibkan Pemprov Jabar sejak Kamis 18 September 2025.

Tak cuma itu, setidaknya tercatat 100 bangunan yang didominasi rumah tinggal hingga sejumlah fasilitas umum seperti madrasah, masjid, hingga sekolah juga masuk daftar warga terdampak penertiban sebagai bagian dari penataan Situ Ciburuy.

Penataan Situ Ciburuy tersebut sempat menuai protes warga terdampak penertiban. Mereka meminta ganti rugi dan waktu tambahan untuk pindah, meskipun mereka memahami lahan itu milik negara. Harapannya, pemerintah dapat memberikan fasilitasi relokasi seperti yang dijanjikan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. 

"Kalau solusi sudah ada, hunian dan warung sementara, juga diberi uang. Tapi, ada satu lagi janji Kang Dedi Mulyadi yang katanya mau memberikan hunian permanen," kata Dewi saat dihubungi, Selasa 20 Januari 2026.

"Tapi, sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut," ucapnya.

Saat ini, Dewi mengaku dirinya tinggal di Banjaran, Kabupaten Bandung. Itu terpaksa dilakukan sembari menunggu kepastian hunian permanen yang dijanjikan Dedi Mulyadi.

"Informasi dari yang lain, kita mau dibangunkan hunian permanen di RW 14 dekat Lapang Tumaritis Situ Ciburuy. Kabarnya mau diratakan, tapi belum ada perkembangan," ujarnya.

Waktu itu, sebut Dewi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menjanjikan bakal dibangunkan hunian permanen untuk seluruh warga terdampak dalam kurun waktu satu tahun.

"Kami sangat berharap benar-benar ada realisasi dari pemerintah untuk merelokasi warga terdampak," imbuhnya.

Kemudian, lanjut Dewi, apabila ada program usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebisa mungkin adil dan merata dengan dilakukan pendataan secara resmi.

Sehingga, keberadaan warung atau kios yang berada di kawasan Situ Ciburuy bisa dimanfaatkan warga dan bukan dikuasai oknum-oknum tertentu.

"Pokoknya semua janji Pak KDM (Dedi Mulyadi) terhadap warga terdampak harus terealisasi," tegasnya.

Harapan yang sama disampaikan warga lainnya, Sri yang berharap bisa mendapatkan tempat yang layak mengingat dirinya sebagai orang tak punya.

"Waktu itu kan dikasih uang tunggu sambil menunggu hunian permanen jadi. Terus uang kompensasinya udah dipakai buat ngontrak selama setahun," kata Sri.

Sri berharap, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi tak ingkar janji dan bisa merealisasikan hunian permanen bagi para warga terdampak. 

"Mudah-mudahan pak KDM (Dedi Mulyadi) enggak ingkar janji untuk buat rumah panggung bagi warga Situ Ciburuy yang terdampak," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani