Senang dengan Karya Sastra, Kenapa Gak Gabung Asas UPI

INILAH, Bandung - Ada banyak alasan mengapa sejumlah mahasiswa UPI ini memilih untuk berorganisasi di UKM Asas. Salah satu utamanya adalah, minat dengan seni sastra.

Senang dengan Karya Sastra, Kenapa Gak Gabung Asas UPI
Ilustrasi

INILAH, Bandung - Ada banyak alasan mengapa sejumlah mahasiswa UPI ini memilih untuk berorganisasi di UKM Asas. Salah satu utamanya adalah, minat dengan seni sastra.

Nur Al Medina salah satu anggota UKM Asas UPI mengatakan, bahwa UKM ini banyak manfaat bagi mahasiswanya untuk belajar tentang seni sastra itu sendiri.

"Atmosfer yang saya rasakan di Asas UPI memiliki proses bersastra yang baik, termasuk menghindarkan diri untuk berpola pikir instan," kata Nur kepada INILAH, Jumat (29/3/2019).

Di UKM ini, kata dia, mahasiswa tidak hanya praktik langsung untuk menulis atau membuat karya seni sastra, namun mereka juga belajar untuk mengkaji, baik hasil karya temannya ataupun hasil karya dari sastrawan-sastrawan ternama.

"Jadi, selain menuntun dalam bersastra, Asas UPI menjadi penolong bagi saya dalam melihat dan bersikap atas dinamika zaman secara lebih objektif," katanya.

Mahasiswa lainnya, Hilda Fauzia menambahkan, beberapa karya seni sastra yang sudah dia buat ialah puisi, cerpen, dan esai. Dari ketiga jenis seni sastra itu yang paling mudah kata dia adalah esai.

Menurutnya, esai sudah didukung oleh teori mengenai sastra, sementara puisi dan cerpen, murni dari imajinasi orang yang membuat.

"Yang sudah saya dapetin pengembangan wacana, gimana caranya mengembangkan wacana yang kita punya. Dari cara menulis, dan lebih kritis untuk membaca sastra, bukan hanya hiburan, tapi gagasannya banyak," ujarnya.

Dalam perjalanannya, UKM Asas UPI tidak hanya melaksanakan kegiatan di lingkungan kampus, mereka juga pernah menyambangi negara tetangga yakni, Malaysia.

Di negara tersebut mereka menampilkan pembacaan puisi, selain itu, mereka juga pernah tampil di dalam negeri seperti Kota Semarang, dan beberapa daerah lainnya yang ada di Kota Bandung.

"Kalau di Bandung lumayan sering. Kita suka tampil di Majelis Sastra Bandung, UIN, ITB, dan kampus-kampus lainnya," ucapnya.

Dia berharap, dengan hadirnya UKM ini, mahasiswa yang memiliki minat di bidang seni sastra bisa menyalurkan bakatnya di UKM Asas ini.

"Saya berharap UKM ini tetap bergulir. Kalau harapan untuk pribadi, bisa menjadi lidah penyambung, saya kan mengajar gimana enaknya baca sastra," pungkasnya.


Editor : inilahkoran