Sepanjang 2024, Konsumsi Ikan di KBB Masih Rendah

Berdasarkan data tahun 2024, jumlah konsumsi ikan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) tercatat hanya sebesar 36,18 kilogram/kapita/tahun.

Sepanjang 2024, Konsumsi Ikan di KBB Masih Rendah

INILAHKORAN, Ngamprah - Berdasarkan data tahun 2024, jumlah konsumsi ikan warga Kabupaten Bandung Barat (KBB) tercatat hanya sebesar 36,18 kilogram/kapita/tahun.

Angka tersebut masih berada di bawah jumlah konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat yaitu 46,61 kilogram/kapita/tahun dan angka konsumsi ikan Tingkat Nasional yaitu 62,5 kilogram/kapita/tahun.

Padahal, kurangnya konsumsi ikan menyebabkan sejumlah masalah, antara lain kekurangan asam lemak omega-3, vitamin D, dan peningkatan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan gangguan mental. 

Melalui Safari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (gemarikan), Dispernakan KBB dan Pemerintah Pusat berupaya memotivasi masyarakat agar gemar makan ikan.

Kegiatan Safari gemarikan tersebut dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV, Rajiv, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, serta Bupati Bandung Barat, serta jajaran Forkopimda Bandung Barat.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail dalam amanatnya berharap kegiatan Safari gemarikan bisa terus-menerus dilaksanakan setiap tahun.

"Kami berharap kegiatan Safari gemarikan ini bisa berkesinambungan agar angka konsumsi ikan di Bandung Barat bisa terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi warga KBB," kata Jeje di Kantor Desa Citatah, Kecamatan Cipatat.

Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti mengatakan, Safari gemarikan ini merupakan program pemerintah yang diinisisasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) yang bertujuan memotivasi masyarakat untuk gemar makan ikan," kata Wiwin.

Menurutnya, masih rendahnya konsumsi ikan di Bandung Barat pada tahun 2024 menjadi dasar adanya kegiatan gemarikan tersebut.

Tak cuma itu, program tersebut juga merupakan upaya pemerintah untuk memotivasi masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan.

"Kandungan dalam Ikan terdapat Omega-3, EPA, dan DHA yang diperlukan oleh perkembangan otak," jelasnya.

"Jadi sejak dini anak-anak sangat disarankan mengkonsumsi ikan agar menjadi lebih sehat, cerdas dan kuat," sebutnya.

Wiwin menyebut, meningkatkan minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan melalui safari gemarikan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi risiko stunting pada anak.

"gemarikan merupakan wujud nyata dan komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah kepada masyarakat dalam memastikan peningkatan konsumsi ikan untuk mendukung proses percepatan penurunan stunting," sebutnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti