RESMI sudah, Ole Gunnar Solskjaer menjadi pelatih interim Manchester United. Mampukah dia jadi juru selamat, seperti tahun 1999 lalu?
Solskjaer menggantikan Jose Mourinho yang dipecat, Selasa (18/12) lalu. Dia akan membesut Setan Merah hingga akhir musim nanti.
Solskjaer mengemban tugas berat. Dia harus mengantarkan MU, minimal tembus zona Liga Champions. Saat ini, MU masih tertahan di posisi keenam, tertinggal 11
poin dari Chelsea di posisi empat besar.
Tapi Solskjaer punya pengalaman jadi seorang juru selamat. Kontribusinya untuk prestasi MU takkan pernah dilupakan para fans.
Semua pasti ingat, sebuah laga dramatis di Camp Nou, 26 Mei 1999. Ketika itu, MU meladeni Bayern Muenchen dalam final Liga Champions.
MU tertinggal 0-1 hingga laga memasuki menit ke-90. Dan Solskjaer masuk sebagai pemain pengganti bersama Teddy Sheringham.
MU mencetak gol penyeimbang setelah Sheringham memanfaatkan kemelut di depan gawang Bayern yang berawal dari sepak pojok David Beckham. Selang kurang dari semenit, Solskjaer jadi penentu kemenangan. Lagi-lagi terjadi kemelut yang diawali umpan Beckham.
Kemenangan itu membuat MU meraih treble winners, setelah lebih dulu merajai Liga Inggris dan Piala FA.
"Ole adalah legenda klub dengan pengalaman luar biasa, baik saat bermain maupun sebagai pelatih," ujar Bos MU, Ed Woodward dilansir situs resmi klub.
Kini, akankah Solskjaer kembali jadi juru selamat MU? Ed yakin, minimal pria asal Norwegia itu bisa menularkan spirit 1999 kepada Paul Pogba dan kawan-kawan.
"Menengok sejarahnya di Manchester United, dia begitu melekat dengan klub ini. Semua orang begitu senang menyambutnya serta Mike Phelan kembali ke klub ini. Kami yakin mereka akan menyatukan kembali para pemain dan juga fans untuk menyambut paruh kedua musim," tutupnya.