Sering Macet, Warga Minta Pemerintah Bangun Flyover di Rancamanyar
Masyarakat yang melintasi Jalan Raya Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mengeluhkan kemacetan lalu lintas yang myaris terjadi setiap hari. Mereka meminta pemerintah membuatkan fly
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH,Bandung- Masyarakat yang melintasi Jalan Raya Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mengeluhkan kemacetan lalu lintas yang myaris terjadi setiap hari. Mereka meminta pemerintah membuatkan flyover atau jalan layang.
Berdasarkan pantauan, kemacetan arus lalu lintas kerap menjebak ribuan kendaraan bermotor terjadi pagi dan sore hari. Pada pagi hari banyak warga yang hendak menuju tempat kerja, sekolah dan aktivitas lainnya.
Begitu juga sebaliknya saat sore tiba, ribuan kendaraan kembali melintasi jalan tersebut. Memang disekitar jalan tersebut, merupakan kawasan pemukiman padat penduduk. Jalan yang lebarnya hanya sekitar 3 meter itu, merupakan alternatif dari Kabupaten Bandung menuju Kota Bandung.
"Jalan ini dilalui oleh banyak pengguna jalan seperti dari Banjaran, Katapang, Baleendah dan lainnya. Apalagi kalau daerah Andir Baleendah dan Dayeuhkolot sedang banjir alternatif jalannya kesini kalau mau ke Kota Bandung atau sebaliknya. Nah setiap pagi dan sore juga macet parah sering kejadian disini,"kata Rizal Nuria (40) salah seorang warga Rancamanyar, Minggu (6/1/2019).
Menurut Rizal, kemacetan lalu lintas disepanjang Jalan Raya Rancamanyar tepatnya dekat jembatan Citarum itu, sudah bertahun tahun. Seiring dengan semakin padatnya pemukiman warga dan terus bermunculannya kawasan pemukiman baru di daerah tersebut. Dampaknya tentu berpengaruh terhadap daya tampung jalan yang tak seimbang dengan pertumbuhan penduduk dan kepemilikan kendaraan bermotor.
"Kan pemukiman disini terus bermunculan yang baru. Tentunya para penghuninya setiap hari pergi ketempat kerja, sekolah, berdagang dan aktivitas lainnya. Yah otomatis dalam waktu bersamaan pada pagi dan sore hari mereka tumplek dijalanan,"ujarnya.
Gun Gun Gunawan (35) salah seorang warga Kabupaten Bandung yang setiap hari melintas di Jalan Raya Rancamanyar, mengaku seringkali kesiangan masuk kerja. Kemacetan lalu lintas di jembatan Citarum harus dilaluinya setiap pagi dan sore. Biasanya macet terjadi sekitar pukul 06.00 hingga pukul 09.00 WIB. Kemudian pada sore mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga selepas Isya atau sekitar pukul 19.00 WIB.
"Rasanya tiada hari tanpa terjebak macet di jalan ini. Kalau pergi dari rumah agak terlambat, pasti datang ke tempat kerja kesiangan dan omelan dari atasan harus saya terima dengan ikhlas. Kemudian tetangga saya juga yang pedagang sering rugi gara gara terlambat mengantar barang pesanan konsumen, belum lagi bahan bakar juga jadi lebih boros kalau macet,"kata Gun Gun.
Gun Gun dan Rizal berharap Pemerintah Kabupaten Bandung bisa membangun jalan layang (fly over) diatas jalan dan jembatam tersebut. Karena badan jalan yang sempit serta kiri kanannya padat oleh pertokoan, sekolah dan bangunan lainnya. Sedangkan sisi jalan lainnya merupakan bantaran Sungai Citarum yang diperuntukan sebagai lahan hijau.
"Seandainya Pemkab Bandung bisa membangun fly over atau apalah namanya diatas jalan hingga ke seberang sungai. Pastinya jalan enggak bakal semacet sekarang ini. Soalnya ini macey gara jalan kecil dan semua melintas di jembatan Citarum yang juga kecil,"ujar Rizal.
Editor : inilahkoran

