Set I Janice Tjen vs Emma Raducanu 2-6, Drama Break Point yang Gagal di Gim Ketiga

Janice Tjen menyerah dari Emma Raducanu di set pertama tunggal putri babak kedua AS Terbuka. Tapi, sebuah drama sempat terjadi.

Set I Janice Tjen vs Emma Raducanu 2-6, Drama Break Point yang Gagal di Gim Ketiga
Duel Janice Tjen vs Emma Raducanu di set pertama AS Terbuka berakhir 2-6.

INILAHKORAN, Bandung – Janice Tjen menyerah dari Emma Raducanu di set pertama tunggal putri babak kedua AS Terbuka. Tapi, sebuah drama sempat terjadi.

Pertandingan Janice Tjen vs Emma Raducanu di babak kedua AS Terbuka berlangsung di Stadion Louis Armstrong, New York, Rabu 27 Agustus 2025 malam.

Sejak awal, Janice Tjen mampu memberikan perlawanan berimbang terhadap Emma Raducanu.

Janice Tjen bahkan langsung bertarung ketat menghadapi Emma Raducanu saat gim pertama berlangsung. Dalam posisi Emma Raducanu memegang servis, Janice Tjen memaksa petenis Inggris itu mengeluarkan kemampuan terbaik sebelum mempertahankannya.

Memasuki gim kedua, sayangnya, Janice Tjen gagal mempertahankan servisnya. Dia tak mampu menyelamatkan break point dan menyerah sehingga tertinggal 0-2.

Drama menegangkan terjadi di gim ketiga, saat Emma Raducanu mengendalikan servis. Janice Tjen sempat memiliki tiga kesempatan melakukan break point.

Dia lebih dulu unggul 40-15 sebelum Emma Raducanu memaksakan deuce. Saat deuce pun, Janice Tjen membukukan sekali peluang break point. Tapi, kali ini pun diselamatkan Emma Raducanu sebelum petenis Inggris itu memenangkannya.

Janice Tjen akhirnya merebut poin pertamanya dengan mempertahankan servis di gim keempat. Itupun dengan memenangkan empat angka beruntun setelah Raducanu sempat unggul 30-0.

Setelah Emma Raducanu mempertahankan servis di gim kelima, Janice Tjen melalukan hal serupa di gim berikutnya untuk mempertahankan harapan.

Memasuki gim ketujuh, Emma Raducanu tampil dominan. Dia merbut gim itu dengan menghasilkan love game.

Emma Raducanu akhirnya menutup set pertama itu dengan 6-2 setelah mematahkan servis Janice Tjen di gim kedelapan. (*)


Editor : Zulfirman